<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>HIDUP BERMAKNA</title>
	<atom:link href="http://hefnizein.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://hefnizein.wordpress.com</link>
	<description>Kiat Praktis Menuju ..... Hidup Bermakna</description>
	<lastBuildDate>Fri, 05 Dec 2008 23:20:19 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='hefnizein.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>HIDUP BERMAKNA</title>
		<link>http://hefnizein.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://hefnizein.wordpress.com/osd.xml" title="HIDUP BERMAKNA" />
	<atom:link rel='hub' href='http://hefnizein.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>KIAT MENAKLUKKAN SIASAT SYETAN</title>
		<link>http://hefnizein.wordpress.com/2008/12/06/kiat-menaklukkan-siasat-syetan/</link>
		<comments>http://hefnizein.wordpress.com/2008/12/06/kiat-menaklukkan-siasat-syetan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 05 Dec 2008 23:20:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Wimpy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hefnizein.wordpress.com/2008/12/06/kiat-menaklukkan-siasat-syetan/</guid>
		<description><![CDATA[Dalam Qs. 24 : 21 Allah swt berfiman &#8220;Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengikuti langkah- langkah syaitan. barangsiapa yang mengikuti langkah-langkah syaitan, Maka Sesungguhnya syaitan itu menyuruh mengerjakan perbuatan yang keji dan yang mungkar. sekiranya tidaklah Karena karunia Allah dan rahmat-Nya kepada kalian, niscaya tak seorangpun dari kalian bersih (dari perbuatan-perbuatan keji dan mungkar [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hefnizein.wordpress.com&amp;blog=5713900&amp;post=41&amp;subd=hefnizein&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-family:Bookman Old Style;">Dalam  Qs. 24 : 21  Allah  swt  berfiman &#8220;Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengikuti langkah- langkah syaitan. barangsiapa yang mengikuti langkah-langkah syaitan, Maka Sesungguhnya syaitan itu menyuruh mengerjakan perbuatan yang keji dan yang mungkar. sekiranya tidaklah Karena karunia Allah dan rahmat-Nya kepada kalian, niscaya tak seorangpun dari kalian bersih (dari perbuatan-perbuatan keji dan mungkar itu) selama-lamanya, tetapi Allah membersihkan siapa yang dikehendaki-Nya. dan Allah Maha mendengar lagi Maha Mengetahui&#8221;<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Bookman Old Style;">Seperti diketahui bahwa musuh klasik dan laten manusia yang selalu menghadangnya mencapai kesucian jiwa adalah makhluk yang bernama syetan.  Ditegaskan dalam alqur&#8217;an &#8220;sesungguhnya syetan itu adalah musuh yang nyata bagi manusia&#8221;, di ayat lain disebutkan &#8221; Sesungguhnya syaitan itu telah menyesatkan sebagian besar diantara manusia, maka apakah kamu tidak memikirkannya &#8220;?. Karena itu, jangan menganggap enteng permusuhan dengan syetan. Dan agar kita dapat terhindar dari perangkap syetan, maka mau tidak mau kita harus mengenali secara mendalam berbagai jurus siasat yang dilancarkan syetan dalam menjerumuskan mausia .<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Bookman Old Style;">Ibnu Qoyyim Jauziyah menjelaskan berbagai siasat yang digunakan syetan guna menyesatkan manusia, antara lain :<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Bookman Old Style;"><strong>Siasat pertama</strong> : Syetan menawarkan kepada manusia kekufuran, mengajak manusia menolak agama, mengingkari Tuhan, para Rasul dan Alqur&#8217;an, syetan memprovokasi kita dengan mengatakan &#8220;Manusia bisa maju dan mencapai kebebasannya bila meninggalkan agama,  Barat bisa maju dan modern karena mereka berani melepaskan diri dari ikatan agama, menurut syetan agama hanyalah produk manusia primitif yang memasung kretivitas akal manusia, dan kitab suci agama tidak lebih dari sekedar dongeng para penghayal yang tidak sanggup  menghadapi realitas hidup.<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Bookman Old Style;">Akibat provokasi ini,  lalu aturan Tuhan dianggap kolot dan aturan syetan dianggap modern. Manusia yang taat beragama dianggap tidak gaul, sementara yang biasa mabok dan berbuat mesum dianggap modern,  pakaian jubah dan jilbab dianggap fundamentalis sementara pakaian mini, yang mempertontonkan aurat dianggap maju. Yang taat pada orang tua dianggap kampungan, sementara yang durhaka pada orang tua dianggap modern.<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Bookman Old Style;">Seorang pemuda merasa hebat bila dalam semalam berhasil mengencani tiga gadis sekaligus, sementara seorang pemudi merasa bangga bila dirinya tidak perawan lagi. Dengan bangga mereka katakan nih, gue anak gaul. Ini perangkap syetan tingkat dasar, digunakan kepada orang-orang bodoh, atau pada manusia yang sudah menjadi syetan sebelum digoda syetan.<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Bookman Old Style;"><strong>Siasat kedua</strong>. Bila siasat pertama gagal, syetan merancang siasat kedua, yakni Anda boleh meyakini  Allah, Rasul dan kitab suci, tetapi juga boleh melakukan maksiat dan kemungkaran. Bagai lalat, kebaikan mau dan kejelekan juga mau. Sekali waktu rajin ke tempat pengajian tapi sekali waktu rajin juga ke tempat pelacuran. Fasih membaca qur&#8217;an tapi fasih juga memfitnah, khusu&#8217; sholat di masjid, tapi khusu&#8217; juga mencuri sandal setelah turun dari masjid. Giat ibadahnya dan giat juga korupsinya. Oke mengabdi pada Tuhan dan oke juga mengabdi pada Syetan.<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Bookman Old Style;"><strong>Siasat  ketiga</strong> Bila siasat kedua gagal, syetan menerapkan siasat ketiga, yakni menyeret kita pada dosa besar dengan tahapan-tahapan yang sangat halus, untuk sampai pada korupsi, terlebih dahulu diawali dengan memalsu anggaran, memanipulasi angka-angka, belajar memotong hak orang lain 1 kg beras, lalu 1 kw, terus 1 ton, terakhir sak pabriknya.<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Bookman Old Style;">Demikian juga untuk sampai pada zina, anda disuguhi kenyamanan berduaan dengan yang bukan muhrim, lalu ngobrol kesana kemari, lalu sentuhan-sentuhan kecil, pacaran ditempat sepi, lalu mulai berani berciuman, bergerilya diseputar bagian-bagian sensitif, baru terakhir tembak sasaran utama. Demikian seterusnya.<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Bookman Old Style;"><strong>Siasat keempat</strong>. Bila dosa besar tidak berhasil, siasat keempat siap dilancarkan, yakni anda dijebak dengan dosa-dosa kecil. Syetan membisikkan ditelinga anda bahwa berbuat dosa itu manusiawi, tidak ada manusia yang tidak berdosa, karenanya Allah menyediakan sarana taubat. Padahal dalam sebuah hadits ditegaskan &#8220;Janganlah kalian  meremehkan dosa kecil sebab dosa besar itu pasti  bermula dari dosa kecil, Dan bagi Islam dosa yang paling besar itu adalah dosa yang dianggap kecil oleh pelakunya&#8221;.<br />
</span></p>
<p>
 </p>
<p><span style="font-family:Bookman Old Style;"><strong>Siasat kelima</strong>, ini sudah termasuk canggih, bila tawaran dosa kecil gagal, selanjutnya anda  ditawari oleh syetan ibadah yang utama tapi dilalaikan dari hal-hal yang lebih utama. Sholat sunnat adalah utama, bila anda sibuk sholat sunnat berjam jam, lalu anda melalaikan masalah-masalah sosial disekitar anda, anda mengabaikan orang yang butuh bantuan anda, maka anda termasuk yang terjabak dalam tipu daya syetan.<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Bookman Old Style;">Berangkat umroh adalah utama, tapi jika anda melalaikan orang-orang yang kelaparan disekitar anda, maka anda termasuk melaksanakan hal yang utama tetapi meninggalkan yang lebih utama. Mengeluarkan dana besar untuk acara pengajian akbar adalah utama, tetapi bila anda melalaikan banyak saudara anda yang terpaksa melacurkan diri, menjual iman dan agamanya untuk sesuap nasi, maka anda termasuk yang terperangkap dalam siasat ini.<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Bookman Old Style;"><strong>Siasat keenam</strong> adalah adalah jurus pamungkas yang biasa digunakan syetan untuk menghadapi sosok berlevel mumpuni.<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Bookman Old Style;">Ketika semua siasat gagal membuahkan hasil, syetan mengeluarkan jurus pamungkasnya, yakni mengacaukan tata hati lewat riya&#8217; dan ujub yang sangat halus dan terselubung pada nuktah-nuktah hati orang yang menjadi target sasarannya.<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Bookman Old Style;">Dilukiskan suatu hari seorang shaleh duduk bersama Nabi Isa, tiba-tiba seorang pencuri nimbrung bersama mereka, dalam hati si pencuri terbesit,  jika aku duduk bersama mereka, mungkin Tuhan akan mengampuniku. Disisi lain, si shaleh melihat si pencuri duduk disampingnya, mengomel dalam hati. Ia tak ingin mengotori tubuhnya dengan  ketularan penjahat itu. Tiba-tiba Tuhan berkata, kepada Nabi Isa, katakanlah kepada orang shaleh dan pencuri itu, bahwa Aku telah menghapus  catatan  perbuatan mereka berdua dan mereka  harus mulai dari nol lagi. Pahala si shaleh telah Kuhapus karena kecongkakannya, dan dosa si pencuri telah Kuhapus karena rasa ketulusan dan penyesalannya.<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Bookman Old Style;">Demikian beberapa siasat syetan yang mesti kenali, agar kita tidak mudah terperangkap olehnya, dan bila mungkin kita dapat menaklukkannya</span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hefnizein.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hefnizein.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hefnizein.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hefnizein.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hefnizein.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hefnizein.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hefnizein.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hefnizein.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hefnizein.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hefnizein.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hefnizein.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hefnizein.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hefnizein.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hefnizein.wordpress.com/41/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hefnizein.wordpress.com&amp;blog=5713900&amp;post=41&amp;subd=hefnizein&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hefnizein.wordpress.com/2008/12/06/kiat-menaklukkan-siasat-syetan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/04f4748b36a2e5599c6d57ba15ca3685?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">WIMPY</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kiat Menuju Haji Mabrur</title>
		<link>http://hefnizein.wordpress.com/2008/12/06/kiat-menuju-haji-mabrur/</link>
		<comments>http://hefnizein.wordpress.com/2008/12/06/kiat-menuju-haji-mabrur/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 05 Dec 2008 23:18:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Wimpy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hefnizein.wordpress.com/2008/12/06/kiat-menuju-haji-mabrur/</guid>
		<description><![CDATA[Bila dibanding dengan ibadah lainnya dalam Islam, ibadah haji bisa dibilang sebagai ibadah yang berat, sebab ia melibatkan seluruh kemampuan yang dimiliki seseorang, mulai perjuangan, pengorbanan, keikhlasan, fikiran, hati, tenaga, harta, waktu, dsb, karena itu ia ditempatkan sebagai rukun Islam yang terakhir, sebagai penyempurna kemusliman seseorang. Maka itu tidak heran bila Rasul saw menegaskan &#8220;Barang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hefnizein.wordpress.com&amp;blog=5713900&amp;post=40&amp;subd=hefnizein&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Bookman Old Style;">Bila dibanding dengan ibadah lainnya dalam Islam, ibadah haji bisa dibilang sebagai ibadah yang berat, sebab ia melibatkan seluruh kemampuan yang dimiliki seseorang, mulai perjuangan, pengorbanan, keikhlasan, fikiran, hati, tenaga, harta, waktu, dsb, karena itu ia ditempatkan sebagai rukun Islam yang terakhir, sebagai penyempurna kemusliman seseorang. Maka itu tidak heran bila Rasul saw menegaskan &#8220;Barang siapa berhajji ke Baitulloh lalu tiada berbuat buruk dan tidak berbuat fasik, maka keluarlah dia dari semua dosanya seperti hari dia dilahirkan oleh ibunya&#8221;.<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Bookman Old Style;">Disebut sebagai penyempurna kemusliman seseorang, karena  haji  merupakan gerakan hijratun nafs  &#8220;Warruj&#8217;a fahjur&#8221; yakni gerakan hijrah dari kebatilan menuju kebaikan, maka pasca haji, yang bersangkutan betul-betul menjadikan dirinya lebih baik dari sebelumnya dalam semua aspeknya. Inilah yang disebut haji mabrur,  yakni haji yang pelaksanaannya tidak dinodai oleh dosa, sehingga maqbul (diterima) oleh Allah swt dan pelakukanya menjadi lebih baik dari sebelumnya,  baik dari sisi kesholehan spiritual lebih-lebih dari sisi kesholehan sosial, bagi yang semacam ini tiada lain balasannya kecuali sorga.<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Bookman Old Style;">Rasululloh saw bersabda &#8220;Orang orang yang berhaji adalah rombongan Tuhan dan para peziarahNya. Jika mereka meminta, Tuhan akan mengabulkan nya, jika mereka mohon ampun, Tuhan akan mengampuninya, Jika mereka berdoa, Tuhan akan mengabulkannya dan jika mereka meminta syafaat, metreka akan diberi syafaat &#8220;<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Bookman Old Style;">Namun demikian untuk memperoleh haji mabrur bukanlah sesuatu yang mudah, diperlukan usaha sungguh-sungguh untuk tidak sekedar memahami formalitas ibadah tersebut, tetapi juga menguasai pesan moral dan makna bathinnya.<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Bookman Old Style;">Ja&#8217;far Shodiq ra, ketika  memberikan  nesehat kepada pada jamaah haji mengatakan :<br />
</span></p>
<ol>
<li>
<div style="text-align:justify;"><span style="font-family:Bookman Old Style;">Jika anda berangkat haji, kosongkan hatimu dari  segala urusan dunia dan hadapkanlah dirimu sepenuhnya pada Allah Swt, bertawakkallah kepadaNya dalam setiap gerak dan diammu, jangan andalkan bekalmu, kekuatanmu, dan kekayaanmu, karena sesungguhnya tidak ada kekuatan kecuali  atas pertolongan Allah.<br />
</span></div>
</li>
<li>
<div style="text-align:justify;"><span style="font-family:Bookman Old Style;">T<span style="color:black;">atkala saat ini seseorang di panggil Allah untuk mengahadapNya menunaikan ibadah haji, sadarlah bahwa suatu saat dirinya akan dipanggil kembali menghadap Allah untuk mempertanggung jawabkan amanah dari hidupnya selama di dunia, peristiwa seperti ini disebut pulang  ke rahmatulloh (Mati), maka p</span>ersiapkanlah dirimu seakan akan anda tidak akan kembali lagi ke rumah dan keluargamu.<br />
</span></div>
</li>
<li>
<div style="text-align:justify;"><span style="font-family:Bookman Old Style;">Ketika mengenakan baju ihram <span style="color:black;">dari sehelai kain putih, sadarlah  bahwa dalam kematian hanya kain semacam itu yang akan kita bawa menghadap Allah. Kekayaan, ketenaran, jabatan, keluarga dan semacamnya hanya mengantarkan sampai di pekuburan saja. Karena itu tanggalkan seluruh pakaian seperti itu dan gantilah dengan pakaian ketaatan, keikhlasan. </span>kesucian, kejujuran, kerendahan hati, pengabdian  dan kekhusu&#8217;an.<br />
</span></div>
</li>
<li>
<div style="text-align:justify;"><span style="font-family:Bookman Old Style;">K<span style="color:black;">etika menuju rumah Allah (baitullah) dan memasuki masjidil haram, mengajarkan agar dalam hidup ini kita bertekad untuk menanggalkan rumah rumah yang selalu mengungkung kita menuju rumah Allah dengan cara menghormati hak hak orang lain dan membuat aman orang lain dari lisan atau tangan kita, sebab menurut Rasululloh saw &#8220;man kana dahulahu aamina&#8221; (siapa yang yang memasuki masjidil haram, maka  ia aman}<br />
</span></span></div>
</li>
<li>
<div style="text-align:justify;"><span style="font-family:Bookman Old Style;">Ketika anda tawaf, sadarlah bahwa <span style="color:black;">hidup yang benar adalah hidup yang senantiasa mengitari nilai-nilai ilahiyah bukan mengitari hawa nafsu dan pernik pernik duniawi, kita ini dari  Allah, hidup bersama Allah dan akan kembali pada Allah.<br />
</span></span></div>
</li>
<li>
<div style="text-align:justify;"><span style="font-family:Bookman Old Style;">K<span style="color:black;">etika melaksnakan sa&#8217;i, berjanjilah bahwa anda terus berjihad tak kenal menyerah untuk merapat menuju Allah  swt demi memperoleh hidayah dan ridloNya.<br />
</span></span></div>
</li>
<li>
<div style="text-align:justify;"><span style="color:black;font-family:Bookman Old Style;">Tatkala wukuf di arafah, sadarlah bahwa betapa anda sangat kecil dihadapan kebesaran Allah, betapa anda tidak mempunyai kekuatan apa-apa kecuali atas pertolongan Allah, di arafah tidak ada yang membedakan kedudukan seseorang disisi Allah kecuali kadar keimanan dan ketaqwaan, karena itu  tidak ada yang dapat kita andalkan dihadapan Allah selain mengharap pertolonganNya, maka akuilah segala dosa ditempat pengakuan ini (arofah).<br />
</span></div>
</li>
<li>
<div style="text-align:justify;"><span style="font-family:Bookman Old Style;">Ketika anda keluar dari Mina, anda juga mesti keluar minadzzulumaati ilannur, keluar dari segala kesalahan dan dosamu.<br />
</span></div>
</li>
<li>
<div style="text-align:justify;"><span style="font-family:Bookman Old Style;">Perbaharuilah perjanjianmu dengan kian mendekatkan diri kepada Allah di Muzdalifah, sembelihlah seluruh kecintaan duniawiyahmu dan nafsu kebinatanganmu ketika anda menyembelih qurban, dan persiapkanlah dirimu untuk bisa berkorban segalanya demi Allah swt.<br />
</span></div>
</li>
<li>
<div style="text-align:justify;"><span style="font-family:Bookman Old Style;">Lemparkan syahwat, kerendahan dan segala sifat tercelamu bersama dengan anda melempar jumrah, s<span style="color:black;">ebab kemulyaan hidup dapat diraih hanya bila anda konsisten melemparkan berbagai sahwat atau keinginan keinginan duniawi dan sifat sifat tercela kita, dan konsisten  juga memerangi syetan dalam segala bentuknya.<br />
</span></span></div>
</li>
<li>
<div style="text-align:justify;"><span style="font-family:Bookman Old Style;">Cukurlah aib-aibmu lahir dan batin ketika anda mencukur rambutmu dengan cara melakukan taubatan nasuha kepada  Allah swt.<br />
</span></div>
</li>
<li>
<div style="text-align:justify;"><span style="color:black;font-family:Bookman Old Style;">Sampaikan kata perpisahan untuk selamanya kepada semua bentuk kemaksiatan ketika anda melakukan tawaf wada&#8217; atau tawaf  perpisahan, serta tinggalkan apa saja yang tidak mendekatkanmu kepada Allah ketika anda meninggalkan haramain.<br />
</span></div>
</li>
</ol>
<p><span style="font-family:Bookman Old Style;">Terdapat beberapa kiat yang mesti dilakukan agar calon jamaah haji berpeluang memperoleh haji mabrur  antara lain :<br />
</span></p>
<ol>
<li>
<div style="text-align:justify;"><span style="font-family:Bookman Old Style;">Memutuskan diri dari penghambaan terhadap sesuatu selain Allah.<br />
</span></div>
</li>
<li>
<div style="text-align:justify;"><span style="font-family:Bookman Old Style;">Menjauhkan diri dari berbagai situasi dan suasana yang dapat melalaikan dirinya dari mengingat Allah.<br />
</span></div>
</li>
<li>
<div style="text-align:justify;"><span style="font-family:Bookman Old Style;">Mengendalikan seluruh instrumen kemanusiaannya dari hal hal yang dilarang Allah.<br />
</span></div>
</li>
<li>
<div style="text-align:justify;"><span style="font-family:Bookman Old Style;">Berusaha keras memerangi hawa nafsu yang selalu membujuk dirinya menjauhkan diri dari rahmat Allah.<br />
</span></div>
</li>
<li>
<div style="text-align:justify;"><span style="font-family:Bookman Old Style;">Menenggelamkan diri dalam samudra dzikir kepada Allah. Sebab dzikir adalah kunci menuju alam ghaib dan lampu alam batin. Tanpa kunci, seseorang tidak akan dapat memasuki rumah, dan tanpa lampu sebuah rumah akan gelap gulita.<br />
</span></div>
</li>
<li>
<div style="text-align:justify;"><span style="font-family:Bookman Old Style;">Membiasakan puasa dan bangun malam untuk beribadah kepada Allah.<br />
</span></div>
</li>
</ol>
<p>
 </p>
<p><span style="font-family:Bookman Old Style;">Kiat-kiat ini bukan berarti seorang hujjaj tidak boleh terlibat dalam aktifitas sosial atau tidak boleh hidup normal, melainkan ia harus hidup sedemikian rupa sehingga apapun yang dilakukannya semata mata ditujukan demi Allah semata. Sekalipun perbuatan yang dilakukan nampak bersifat duniawi, tapi sesungguhnya ditujukan untuk kepentingan kehidupan akherat,  yakni  kehidupan yang lebih tinggi  dan lebih jujur ketimbang dunia yang sesaat  ini.<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Bookman Old Style;">Intinya yang paling diperlukan dalam konteks ini adalah kemampuan hijrah dari perhatian dan keterikatan pada materi menuju ketergantungan sepenuhnya kepada Allah swt.</span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hefnizein.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hefnizein.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hefnizein.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hefnizein.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hefnizein.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hefnizein.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hefnizein.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hefnizein.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hefnizein.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hefnizein.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hefnizein.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hefnizein.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hefnizein.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hefnizein.wordpress.com/40/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hefnizein.wordpress.com&amp;blog=5713900&amp;post=40&amp;subd=hefnizein&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hefnizein.wordpress.com/2008/12/06/kiat-menuju-haji-mabrur/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/04f4748b36a2e5599c6d57ba15ca3685?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">WIMPY</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kiat Agar Didoakan Malaikat</title>
		<link>http://hefnizein.wordpress.com/2008/12/06/kiat-agar-didoakan-malaikat/</link>
		<comments>http://hefnizein.wordpress.com/2008/12/06/kiat-agar-didoakan-malaikat/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 05 Dec 2008 23:12:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Wimpy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hefnizein.wordpress.com/2008/12/06/kiat-agar-didoakan-malaikat/</guid>
		<description><![CDATA[Diceritakan bahwa sebelum mencapai sidratul muntaha, Rasululloh saw mendengar doa para malaikat penjaga arsy yang tak henti-henti mendoakan kaum mu&#8217;minin. Peristiwa ini dilukiskan dalam QS . 40 : 7 sebagai berikut : (Malaikat-malaikat) yang memikul &#8216;Arsy dan malaikat yang berada di sekelilingnya bertasbih memuji Tuhannya dan mereka beriman kepada-Nya serta memintakan ampun bagi orang-orang yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hefnizein.wordpress.com&amp;blog=5713900&amp;post=39&amp;subd=hefnizein&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Bookman Old Style;">Diceritakan bahwa sebelum mencapai sidratul muntaha, Rasululloh saw mendengar doa para malaikat penjaga arsy yang tak henti-henti mendoakan kaum mu&#8217;minin. Peristiwa ini dilukiskan dalam QS . 40 :  7 sebagai berikut  :<br />
</span></p>
<p style="margin-left:18pt;"><span style="font-family:Bookman Old Style;">(Malaikat-malaikat) yang memikul &#8216;Arsy dan malaikat yang berada di sekelilingnya bertasbih memuji Tuhannya dan mereka beriman kepada-Nya serta memintakan ampun bagi orang-orang yang beriman (seraya mengucapkan): &#8220;Ya Tuhan kami, rahmat dan ilmu Anda meliputi segala sesuatu, Maka berilah ampunan kepada orang-orang yang bertaubat dan mengikuti jalan Anda dan peliharalah mereka dari siksaan neraka yang menyala-nyala, Ya Tuhan kami, dan masukkanlah mereka ke dalam syurga &#8216;Adn yang Telah Anda janjikan kepada mereka dan orang-orang yang sholeh di antara bapak-bapak mereka, dan isteri-isteri mereka, dan keturunan mereka semua. Sesungguhnya Andalah yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.<br />
</span></p>
<p>
 </p>
<p><span style="font-family:Bookman Old Style;">Berdasarkan ayat diatas, di dunia ini terdapat  -minimal- dua kelompok manusia yang selalu didoakan malaikat penjaga arsy agar oleh Allah swt dimasukkan kedalam sorga bersama seluruh keluarganya, orang tuanya, anak istrinya beserta semua keturunannya,   mereka adalah :<br />
</span></p>
<p>
 </p>
<p><span style="font-family:Bookman Old Style;"><strong>Pertama </strong>: Orang-orang yang kembali bertaubat dan mengikuti Jalan Allah.<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Bookman Old Style;">Seperti diketahui bahwa pada dasarnya setiap manusia dilahirkan dalam keadaan suci (fitrah) Nabi saw bersabda&#8221;Setiap anak dilahirkan dalam keadaan fitrah, maka kedua orang tuanyalah yang menjadikan anak tersebut yahudi nasrani atau majusi&#8221; (Hr. Bukhari Muslim)., Akan tetapi  karena manusia juga merupakan mahluk yang lemah, maka dalam perjalanan hidupnya acapkali tidak kuat menahan ajakan nafsu dan syetan yang terus menggodanya, lalu yang bersangkutan terjerembab pada jurang dosa dan mulai bergeser dari posisinya semula yang suci.<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Bookman Old Style;">Namun ketika ia bertaubat, kembalilah ia pada posisinya semula, maka berbahagialah orang-orang yang ditengah perjalannya segera menyadari kekeliruannya dan secepatnya kembali kepada Tuhannya, Ia tutup lembaran masa lalunya yang kelabu dengan taubatan nasuha, sekaligus merintis orientasi hidup baru yang benar-benar jujur sesuai ajaran Allah.<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Bookman Old Style;">Alqur&#8217;an menyerukan &#8220;Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubat yang semurni-murninya (taubatan nasuhaa). Mudah-mudahan Tuhanmu menutupi kesalahan-kesalahanmu dan memasukkanmu ke dalam sorga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai&#8221;.<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Bookman Old Style;">Pada ayat lain disebutkan &#8221; Barang siapa yang selalu berbuat kejelekan akan dilipat gandakan adzab untuknya di hari kiamat dan dia kekal dalam adzab itu dalam keadaan yang hina, Kecuali orang-orang yang bertaubat dan mengerjakan amal sholeh, maka kejahatan mereka ditutup oleh  Allah dengan kebajikan. Dan Allah maha pengampun lagi maha penyayang. Golongan seperti merekalah yang senantiasa di doakan para malaikat agar dimasukkan ke sorga  bersama anggota keluarganya.<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Bookman Old Style;">Manusia yang bertaubat dari kesalahannya menurut alqur&#8217;an bukan saja di doakan para malaikat, melainkan juga dianggap telah mendapatkan kemenangan, sebagaima firmanNya &#8221; Itulah kemenangan yang besar, mereka itu adalah orang orang yang bertaubat, yang beribadah, yang memuji Allah, yang berpuasa, yang rukuk dan sujud yang beramar makruf  dan bernahi mungkar  serta yang memelihara hukum  hukum Allah&#8221;. Dalam Qs. 39 : 53  Allah swt menegaskan &#8221; Katakanlah: &#8220;Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang&#8221;.<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Bookman Old Style;">Perhatikan, bila kepada para pendosa yang melampaui batas, yang keterlaluan menganiaya dirinya, Allah swt masih memanggilnya dengan panggilan mesra  &#8220;Yaa Ibadi&#8221; (wahai hamba hambaKu), apalagi kepada orang orang yang bukan pendosa, sungguh menakjubkan, Allah memang maha sabar (<em>al shabur</em>), walau dirinya ditentang, dimaksiati, dikhianati, Dia tetap bersikap mesra kepada mereka. Allah memang memiliki sifat marah, tetapi sabarnya jauh melampaui marahnya, Allah bisa saja murka, tetapi maafnya jauh lebih luas dari murkanya.<br />
</span></p>
<p>
 </p>
<p>
 </p>
<p><span style="font-family:Bookman Old Style;"><strong>Kedua, </strong>adalah orang orang  yang mengisi lembaran hidupnya dengan iman dan Amal Sholeh.<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Bookman Old Style;">Dalam Qs. 8 : 2 – 3  dikemukanan&#8221; Sesungguhnya orang-orang yang beriman ialah mereka yang bila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayatNya bertambahlah iman mereka (karenanya), dan Hanya kepada Tuhanlah mereka bertawakkal.(yaitu) orang-orang yang mendirikan shalat dan yang menafkahkan sebagian dari rezki yang kami berikan kepada mereka. Itulah orang-orang yang beriman dengan sebenar-benarnya. mereka akan memperoleh beberapa derajat ketinggian di sisi Tuhannya dan ampunan serta rezki (nikmat) yang mulia&#8221;.<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Book Antiqua;">    </span><span style="font-family:Bookman Old Style;">Menurut Imam Qusyairy,  Iman adalah kata yang terangkai dari huruf Alif, Ya&#8217;, Mim dan Nun. Huruf Alif bermakna ijtihad, huruf  Ya&#8217; bermakna Yaqin, Mim berarti Maghfirah dan huruf Nun berarti Nur. Artinya seseorang bisa disebut beriman manakala yang bersangkutan memiliki ghiroh mujahadah yang tinggi dan tak kenal henti untuk memperjuangkan kebenaran, kemanusiaan dan keadilan (Ijtihad), memiliki keyakinan yang kokoh bahwa apa yang dikerjakan akan ada nilainya (Yaqin), memiliki sifat  pemaaf (Maghfirah), dan seluruh tindakannya dimaksudkan sebagai pencerahan masyarakat yang mengeluarkannya dari kegelapan menuju cahaya, (Nur) .<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Bookman Old Style;">Dengan keimanan, seseorang akan senantiasa takut kepada Allah dan teguh dalam memegang perinsip agama. Rasululloh Saw bersabda : Semua mata akan menangis pada hari kiamat, kecuali tiga hal : Pertama, mata yang selalu menangis karena takut kepada Allah Swt. Kedua, mata yang dipalingkan  dari sesuatu yang diharamkan Allah, Dan ketiga, adalah mata yang tidak tidur untuk urusan agama Allah dan urusan kemanusiaan.<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Bookman Old Style;">Dalam Alqur&#8217;an kata  iman selalu digandeng dengan  dengan kata  amal sholeh, artinya karena iman didefinisikan sebagai &#8220;<em>Tasdiqun bi  al Qolbi, wa iqrarun bil lisan wa amalun bi al Arqan</em> (Meyakini dengan hati, mengiqrarkan dengan lisan dan mengamalkan dengan perbuatan), maka ia butuh perwujudan dan realisasi kongkrit berupa amal sholeh, sehingga sejatinya Iman dan amal  adalah dua hal yang tidak bisa dipisah satu sama lain.<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Bookman Old Style;"> Ketika Rasulullah ditanya sahabat tentang amal apa yang paling utama, Rasul Saw menjawab : seutama-utama amal kebajikan adalah memasukkan rasa bahagia pada hati orang yang beriman, yaitu melepaskannya dari rasa kelaparan dan membebaskannya dari rasa ketakutan.<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Bookman Old Style;">Walhasil, karena keberimanan seseorang diukur oleh sejauhmana kemanfaatannya  bagi orang lain, maka jika kita ingin didoakan para malaikat  arsy, berbuatlah sesuatu yang bermanfaat bagi orang lain, segeralah kembali pada Allah dengan bertaubat, setelah sekian lama melakukan pelanggaran  dengan menipu diri sendiri dan menipu orang lain</span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hefnizein.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hefnizein.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hefnizein.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hefnizein.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hefnizein.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hefnizein.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hefnizein.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hefnizein.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hefnizein.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hefnizein.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hefnizein.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hefnizein.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hefnizein.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hefnizein.wordpress.com/39/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hefnizein.wordpress.com&amp;blog=5713900&amp;post=39&amp;subd=hefnizein&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hefnizein.wordpress.com/2008/12/06/kiat-agar-didoakan-malaikat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/04f4748b36a2e5599c6d57ba15ca3685?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">WIMPY</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>KIAT  AGAR  SHOLAT DITERIMA</title>
		<link>http://hefnizein.wordpress.com/2008/12/06/kiat-agar-sholat-diterima/</link>
		<comments>http://hefnizein.wordpress.com/2008/12/06/kiat-agar-sholat-diterima/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 05 Dec 2008 23:11:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Wimpy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hefnizein.wordpress.com/2008/12/06/kiat-agar-sholat-diterima/</guid>
		<description><![CDATA[Dalam sebuah hadits qudsi Allah swt berfirman &#8220;Sesungguhnya Aku (Allah) hanya akan menerima sholat orang orang yang merendahkan dirinya karena kebesaranKu, dia tidak sombong dengan mahlukKu yang lain, dia menyayangi orang orang miskin dan menderita, menahan diri dari hawa nafsunya karena Aku, melazimkan hatinya untuk takut kepadaKu, memberi makan pada yang lapar, dan memeberi pakaian [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hefnizein.wordpress.com&amp;blog=5713900&amp;post=38&amp;subd=hefnizein&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Bookman Old Style;">Dalam sebuah hadits qudsi Allah swt berfirman &#8220;Sesungguhnya Aku (Allah) hanya akan menerima sholat orang orang yang merendahkan dirinya karena kebesaranKu, dia tidak sombong dengan mahlukKu yang lain, dia menyayangi orang orang miskin dan menderita, menahan diri dari hawa nafsunya karena Aku, melazimkan hatinya untuk takut kepadaKu, memberi makan pada yang lapar, dan memeberi pakaian bagi yang telanjang, memberi perlindungan bagi orang yang kena musibah dan orang orang yang terasing. Kelak cahaya orang itu akan bersinar seperti cahaya matahari, Aku akan berikan cahaya ketika dia kegelapan, Aku akan berikan ilmu ketika ia tidak tahu, Aku akan lindungi dia dengan kebesaranKu, akan Kusuruh malaiakat untuk menjaganya, jika ia berdoa, Aku akan menjawabnya, kalau dia meminta, Aku akan segera memenuhinya, perumpamaannya di hadapanKu seperti perumpamaan firdaus.<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Bookman Old Style;">Menurut hadits qudsi diatas, tanda orang yang diterima sholatnya oleh Allah Swt adalah sebagai berikut :<br />
</span></p>
<p>
 </p>
<p><span style="font-family:Bookman Old Style;"><strong>Pertama, Mereka yang datang dengan merendahkan dirinya kepada Allah.<br />
</strong></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Bookman Old Style;">Yang dimaksud dengan merendahkan diri dihadapan Allah swt dalam sholat adalah bahwa kita datang menghadapNya dalam rangka memohon pertolongan bukan untuk bernegosiasi, karena itu  kita mesti mengakui segala kekurangan kita, menyadari betapa kita sangat kecil dihadapan kebesaranNya, kita tidak memiliki kekuatan apapun kecuali atas pertolonganNya. Memang sandungan pertama dalam beribadah adalah bangga dengan diri sendiri, karena itu buanglah segala macam kesombongan, ujub dan riya&#8217;, lalu serahkan semua urusan dan bertawakkallah secara total kepa Allah swt.<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Bookman Old Style;">    Seseorang yang tidak merendahkan diri dihadapan Allah karena merasa telah banyak beramal, sesungguhnya ia telah meremehkan pemberian Allah, artinya, ia sebenarnya tidak berjalan menuju Allah tetapi berkutat dengan dirinya sendiri, ia tidak mencari ridlo Allah tetapi mengejar ridlo dirinya sendiri.<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Bookman Old Style;">    <br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Bookman Old Style;"><strong>Kedua,  Mereka yang  tidak sombong dengan makhluk Allah yang lain.<br />
</strong></span></p>
<p>
 </p>
<p><span style="font-family:Bookman Old Style;">Dihadapan Allah setiap manusia mempunyai kedudukan yang sama, tidak ada manusia yang lebih suprior atau inferior terhadap manusia lainnya. Demikian juga tidak ada suatu ras, suku, kelompok atau bangsa yang lebih tinggi atau lebih rendah dari ras, suku, kelompok atau bangsa lainnya, semuanya berkedudukan sama dihadapan Allah, yang membedakan mereka hanyalah kadar ketaqwaannya. &#8220;Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu&#8221; (Qs.49 : 13)<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Bookman Old Style;">Maka jika masih ada diantara kita yang secara kaku menganggap hanya pihaknya yang berhak atas sorga sementara yang lain pasti neraka, yang menganggap hanya tafsir kelompoknya sebagai satu-satunya yang benar dan tafsir kelompok lain salah semua, yang membanggakan dirinya dan menganggap orang lain sebagai rendah, lalu menghalalkan fitnah untuk mendiskriditkan pihak yang tidak sepaham dengan kita, maka berarti sholat kita belum diterima oleh Allah.<br />
</span></p>
<p>
 </p>
<p><span style="font-family:Bookman Old Style;"><strong>Ketiga, Mereka yang menyayangi orang-orang miskin dan menderita.<br />
</strong></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Bookman Old Style;">Menurut Alqur&#8217;an, orang yang enggan memberi pertolongan kepada orang-orang miskin kendati mendirikan sholat tetap disebut mendustakan agama dan celaka.  Disebutkan &#8221; Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama? Itulah orang yang menghardik anak yatim, Dan tidak memberi makan orang miskin. Maka celakalah bagi orang-orang yang shalat, (yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya, yang menjadikan sholat sebagai  alat berbuat riya, Dan enggan memberi pertolongan kepada orang miskin dengan barang berguna (Qs. 107 : 1-7)<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Bookman Old Style;">Jadi bila ada orang rajin sholat tetapi tidak pernah memberi makan orang miskin maka sholatnya tidak diterima, demikian juga bila ada orang rajin memberi makan orang miskin tetapi tidak pernah melakukan sholat, maka iapun tidak dihitung sebagai sholat yang diterima.  Dalam pandangan Islam, orang yang sholat tetapi sholatnya tidak berdampak positif  bagi orang lain, maka ia tidak dihitung sholat kendati melaksanakan sholat.<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Bookman Old Style;"><strong>Keempat, Mereka yang dapat menahan nafsu dari setiap keinginan yang dilarang Allah.<br />
</strong></span></p>
<p><span style="font-family:Bookman Old Style;">Orang yang betul-betul menegakkan sholat mestinya dapat mengekang dan mengendalikan hawa nasfsunya dari perbuatan yang dilarang Allah, sebab memang salah satu maksud dari mendirikan sholat adalah dalam rangka mencegah yang bersangkutan  dari perbuatan keji dan mungkar. sebagaimana disebutkan  dalam  Qs. 29 : 45 &#8221; Dan Dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan- perbuatan) keji dan mungkar &#8220;. <em><br />
			</em></span></p>
<p><span style="font-family:Bookman Old Style;">Maka bila seseorang kendati disatu sisi mendirikan sholat, tetapi disisi lain masih tidak berhenti mengkorupsi uang rakyat, melakukan elegal loging, membekingi perjudian dan prostitusi, dan bentuk bentuk perbuatan keji lainnya, maka jelas sholat yang bersangkutan tidak diterima oleh Allah swt.  Sholat yang seperti itu bukan sholat yang benar melainkan sholat banyolan, sebab hal yang demikian sama persis dengan orang yang mengharap pahala sambil bermaksiat. Karena itulah dalam sebuah hadits disebutkan &#8221; Kalau sholat seseorang tidak mencegah dirinya dari berbuat keji dan mungkar maka sholatnya tidak menambah sesuatu kecuali hanya akan menjauhkannya dari  Allah Swt&#8221;.<br />
</span></p>
<p>
 </p>
<p><span style="font-family:Bookman Old Style;"><strong>Kelima. Mereka yang banyak  berdzikir kepada Allah Swt.<br />
</strong></span></p>
<p><span style="font-family:Bookman Old Style;">Salah satu tujuan sholat adalah untuk berdzikir kepada Allah, sebagaimana ditegaskan alqur&#8217;an <em>Assholatu lidzikiri.</em> (bersholatlah untuk berdzikir kepadaKu). Berdzikir artinya mengingat Allah, Ketika kita mengingat Allah maka Allah juga akan mengingat kita, sebagaimana janjiNya &#8221; ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku&#8221;.<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Bookman Old Style;">Semakin sering kita mengingat Allah, semakin sering pula Allah mengingat kita (Qs. 62 : 10).  Ketika Allah sering mengingat kita, maka Allah akan bersama kita, mencintai kita dan menolong kita, bila Allah telah menjadi penolong kita, maka tidak ada satupun hal yang sulit bagi kita dalam menjalankan kehidupan ini. Sebaliknya orang yang shlolat tetapi tidak berdzikir  kepada  Allah, berarti ia gagal dalam sholatnya, atau bahkan apa yang dilakukan mereka bukan termasuk sholat kendati  mereka bersholat.<br />
</span></p>
<p>
 </p>
<p><span style="font-family:Bookman Old Style;"><strong>Keenam, Mereka yang mempunyai kepekaan dan solidaritas sosial dan kemanusiaan yang tinggi</strong> .<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Bookman Old Style;">Dalam sebuah hadits Rasululloh saw menegaskan : Perumpamaan kaum muslimin dalam hal jalinan kasih sayang, kecintaan dan kesetia kawanan ibarat satu tubuh, bila salah satu anggota tubuhnya sakit, maka yang lainpun ikut juga merasakannya. Mereka Ibarat satu bangunan, yang satu menguatkan yang lainnya. Karena itu benurut beliau, barang siapa diantara kaum muslimin yang tidak memperhatikan urusan kaum muslimin yang lain, maka mereka bukan termasuk golongan umat ku.<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Bookman Old Style;">Maka bila sering sholat tetapi tidak peka dengan nasib saudaranya yang lain, tidak memiliki solidaritas sosial yang tinggi,  maka berarti kita masih tergolong dalam kelompok yang disebut Nabi  saw  sebagai &#8220;akan datang suatu zaman dimana orang berkumpul di masjid untuk sholat berjamaah tetapi tidak satupun diantara mereka yang beriman &#8220;dan tidak satupun juga yang dihitung sebagai orang yang menegakkan sholat.<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Bookman Old Style;">     Dari uraian diatas dapat dilihat bahwa sholat yang akan diterima oleh Allah Swt adalah sholat yang tidak saja memberikan keuntungan dan manfaat kepada individu yang melakukannya, tetapi yang lebih penting adalah punya akses dan nilai manfaat sosial kemasyarakatan yang  luas.<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Bookman Old Style;"><strong>    </strong>Kalau kita mampu melakukan itu semua, maka berarti sholat kita telah diterima dan Allah akan melindungi kita dengan kebesaranNya. Perlindungan itu bukan saja dapat diperoleh di akherat kelak, tetapi juga akan didapatkan di dunia ini.  Allah Swt berfirman dalam Qs. 41 : 31 &#8220;Kamilah pelindung-pelindungmu dalam kehidupan dunia dan akhirat; di dalamnya kamu memperoleh apa yang kamu inginkan dan memperoleh (pula) di dalamnya apa yang kamu minta</span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hefnizein.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hefnizein.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hefnizein.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hefnizein.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hefnizein.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hefnizein.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hefnizein.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hefnizein.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hefnizein.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hefnizein.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hefnizein.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hefnizein.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hefnizein.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hefnizein.wordpress.com/38/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hefnizein.wordpress.com&amp;blog=5713900&amp;post=38&amp;subd=hefnizein&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hefnizein.wordpress.com/2008/12/06/kiat-agar-sholat-diterima/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/04f4748b36a2e5599c6d57ba15ca3685?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">WIMPY</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>KIAT MEMPEROLEH  SYAFAAT RASULULLOH</title>
		<link>http://hefnizein.wordpress.com/2008/12/06/kiat-memperoleh-syafaat-rasululloh/</link>
		<comments>http://hefnizein.wordpress.com/2008/12/06/kiat-memperoleh-syafaat-rasululloh/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 05 Dec 2008 23:09:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Wimpy</dc:creator>
		
		<guid isPermaLink="false">http://hefnizein.wordpress.com/2008/12/06/kiat-memperoleh-syafaat-rasululloh/</guid>
		<description><![CDATA[Adalah obsesi setiap muslim untuk selalu mendapatkan syafaat Nabi Muhammad saw, selalu dekat dengan beliau, diakui sebagai pengikut setianya dan dikumpulkan bersamanya di akherat kelak, dan tidak ada seorangpun diantara kita yang menghendaki jauh dari beliau, sebab sejatinya tidak ada yang dapat kita andalkan dari amal kita dihadapan Allah tanpa syafaat beliau. Sungguh terlalu banyak [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hefnizein.wordpress.com&amp;blog=5713900&amp;post=37&amp;subd=hefnizein&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-family:Bookman Old Style;">Adalah obsesi setiap muslim untuk selalu mendapatkan syafaat Nabi Muhammad saw, selalu dekat dengan beliau, diakui sebagai pengikut setianya dan dikumpulkan bersamanya di akherat kelak, dan tidak ada seorangpun diantara kita yang menghendaki jauh dari beliau, sebab sejatinya tidak ada yang dapat kita andalkan dari amal kita dihadapan Allah tanpa syafaat beliau.<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Bookman Old Style;">Sungguh terlalu banyak dosa dan kelemahan kita  dan terlalu sedikit amal sholeh kita untuk dibawa kehadapan Allah swt, maka satu-satunya harapan kita yang masih tersisa untuk memperoleh kehidupan yang baik adalah kasih sayang Allah swt dan syafaat Rasululloh saw.  Bahkan saking pentingnya syafaat Rasululloh, disebutkan dalam sebuah hadits &#8221; Doa seseorang masih tertutup hijab sebelum ia mengucapkan sholawat bagi Muhammad saw dan ahlul baitnya&#8221;.<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Bookman Old Style;">Namun demikian, untuk mendapatkan syafaat Rasululloh saw, dibutuhkan beberapa persyaratan antara lain :<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Bookman Old Style;"><em><strong>Pertama</strong>, </em>mencintai beliau secara tulus.<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Bookman Old Style;">Anas bin malik meriwayatkan sebuah hadits &#8221; Suatu saat seorang arab dusun  bertanya kepada Rasululloh saw : ya Rasul, kapankah hari kiamat itu tiba ? Rasul yang mulia balik bertanya : apa gerangan yang telah anda siapkan hingga anda bertanya itu ? Ia menjawab, demi Allah saya tidak mempersiapkan apa-apa  kecuali kecintaan saya kepada anda, lalu Rasul saw bersabda <em>&#8220;Anta ma&#8217;a man ahbabta&#8221;</em> (anda akan dikumpulkan bersama orang yang anda cintai).  Dalam Alqur&#8217;an Allah berfirman &#8221; Katakanlah, Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah Muhammad, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu.&#8221; Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.(Qs. 3 : 31)<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Bookman Old Style;">Jika seseorang mencintai orang lain, maka nama orang itu akan sering disebutnya, seluruh prilakunya akan ditirunya, ia akan menjalankan apa yang diperintahkan kekasihnya itu dan menjauhi apa yang dilarangnya. Sama dengan orang mencintai bola, maka dia akan mencintai apa saja yang berkaitan dengan bola, dia akan menempel poster bola, membaca segala hal yang berkaitan dengannya dan selalu bersemangat dalam membicarakannya, dia akan mampu bangun tengah malam  &#8212; meski amat capek &#8212; bila tim kesayangannya bertanding, dia berusaha meniru segala modelnya, menganggap penting segala pemberiannya, dan mempertahankannya hingga tetes darah penghabisan.<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Bookman Old Style;">Demikian juga dengan cinta kepada Rasululloh saw, maka salah satu buktinya adalah bila disebut nama beliau bergetarlah hatinya, bergejolaklah totalitas emosinya karenanya., dan terdorong  untuk senantiasa menjalankan apa yang diperintah Rasul serta menjauhi segala sesuatu yang dilarangnya.<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Bookman Old Style;">Dalam sebuah riwayat disampaikan &#8216;Manusia yang paling mulia di hari kiamat, adalah mereka yang paling banyak mengucapkan sholawat kepada Muhammad saw&#8221;.<br />
</span></p>
<p>
 </p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Bookman Old Style;"><em><strong>Kedua</strong>,</em> meneladani sifat, prilaku dan pola hidup beliau.<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Bookman Old Style;">Semasa hidupnya Rasululloh menampilkan akhlakul karimah, meskipun tidak jarang beliau diganggu, dicemooh difitnah, diteror , diembargo bahkan diancam akan dibunuh oleh para berandalan kafir qurayis. Tetapi Rasul dengan sangat ramah terus mendoakan keselamatan mereka, Ya Allah berilah petunjuk kaumku, mereka bersikap demikian kepadaku karena kebodohan mereka.  Rasul senantiasa membalas kejahatan dengan kebaikan.<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Bookman Old Style;">Selain itu Rasul juga dikenal sebagai sosok yang jujur terpercaya, pola hidupnya sederhana meskipun sebenarnya beliau bisa hidup bergelimang harta bila beliau mau, beliau lebih memilih bergaul dengan mustad&#8217;afin dari pada mustadbirin, memilih gaya hidup alit daripada elit, memilih menempuh dukacita dari pada sukaria, Rasul lebih banyak menangis daripada tertawa. Beliau selalu menempatkan ketinggian akhlak diatas yang lain, mendahulukan orang lain dari dirinya sendiri, sikapnya ikhlas dan bersahaja, lebih banyak berbuat daripada berdebat. Itulah sebagian prinsip pola hidup Rasulullah. Dalam sebuah riwayat, Rasululloh berkata kepada Ali bin Abi Tholib &#8220;pegang teguhlah prinsip yang aku contohkan padamu meskipun karena itu anda sampai menguyah urat-urat kayu, sehingga anda meninggal dunia dalam keadaan seperti itu&#8221; .<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;">
 </p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Bookman Old Style;"><em><strong>Ketiga</strong>,</em>  melanjutkan misi kerisalahan beliau. Salah satu risalah penting beliau adalah menyempurnakan Akhlak. Ditegaskan dalam hadits &#8220;Sesungguhnya Aku tidak diatus kecuali untuk menyempurnakan akhlaq&#8221;.<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Bookman Old Style;">Apakah semua orang Islam dapat secara otomatis akan mendapatkan syafaat Rasul ? Jawabannya, tidak. Bila orang itu masih mengukur orang lain dari aliran fikirnya, bukan dari amal dan akhlaqnya, bila orang  itu merasa paling benar sendiri tetapi berakhlak rendah, memperbesar perbedaan tetapi lalai meningkatkan kwalitas pribadinya, mengaku inklusif sambil bersikap eksklusif, memuji-muji Rasul saw tetapi tidak menirunya, maka tentu mereka tidak akan memperoleh syafaat Rasul.<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Bookman Old Style;">Muthahhari menyebutkan diantara ciri-ciri pengikut Muhammad  saw, adalah : (1) Mereka yang berjuang di jalan Allah dan tidak peduli apakah maut menjemput mereka atau mereka menjemput maut. (2) Mereka yang mendahulukan kepentingan orang lain dari kepentingan diri sendiri, mencintai orang lain seperti mencintai diri sendiri. (3) Mereka yang memberikan apa yang dipandang baik dan menahan apa yang dipandang jelek, tidak didapatkan dalam diri mereka prilaku yang dilarang Allah swt. (4) Mereka yang banyak memberikan manfaat pada orang lain, walau dirinya sendiri harus menderita. (5) Mereka yang lebih banyak memberikan uswatun hasanah daripada mau&#8217;idatun hasanah. (6) Mereka yang membalas makian dengan doa keselamatan.(7) Mereka yang mengayomi siapa saja terutama orang orang alit, teraniaya dan tertindas. (8) Mereka yang prinsip hidupnya tidak bisa ditukar dengan gemerlap duniawiyah. Dan (9) Mereka yang meletakkan ukuwah diatas segalanya.<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Bookman Old Style;">Maka kalau ingin mendapat syafaat Rasul,  seseorang harus banyak memberikan manfaat pada orang lain walau dirinya harus menderita, tidak berhenti mengupayakan persatuan kaum muslimin walau maut taruhannya, terus memperkokoh kometmen dalam berpegang teguh kepada dua pusaka peninggalan beliau dan terus berjuang mempersatukan sesama mu&#8217;min dalam akidah, bertoleransi dalam khilafiyah dan berfastabiqul khoirat dalam amaliyah.<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;">
 </p>
<p>
 </p>
<p><span style="font-family:Bookman Old Style;">Kini saatnya bercermin diri pantaskah kita mengharap syafaat Rasul padahal sedikitpun kita tidak berpegang teguh pada prinsip hidup yang dicontohkan beliau,  pantaskan kita mengharapkan sorga Allah  padahal kita tak berhenti bermaksiat  kepadaNya. Maka, bila kita ingin memperoleh syafaat Rasul saw, cintailah beliau dengan tulus, teladani sifat dan pola hidupnya,  pegang teguhlah prinsip yang dicontohkannya, lanjutkanlah misi kerisalahannya dan ta&#8217;atilah apa yang diperintahkan dan jauhilah segala yang dilarangnya. Bila semua itu kita lakukan, insyaAllah syafaat beliau akan kita raih</span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hefnizein.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hefnizein.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hefnizein.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hefnizein.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hefnizein.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hefnizein.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hefnizein.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hefnizein.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hefnizein.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hefnizein.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hefnizein.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hefnizein.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hefnizein.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hefnizein.wordpress.com/37/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hefnizein.wordpress.com&amp;blog=5713900&amp;post=37&amp;subd=hefnizein&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hefnizein.wordpress.com/2008/12/06/kiat-memperoleh-syafaat-rasululloh/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/04f4748b36a2e5599c6d57ba15ca3685?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">WIMPY</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kiat Mencapai Taqwa II</title>
		<link>http://hefnizein.wordpress.com/2008/12/06/kiat-mencapai-taqwa-ii/</link>
		<comments>http://hefnizein.wordpress.com/2008/12/06/kiat-mencapai-taqwa-ii/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 05 Dec 2008 23:06:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Wimpy</dc:creator>
		
		<guid isPermaLink="false">http://hefnizein.wordpress.com/2008/12/06/kiat-mencapai-taqwa-ii/</guid>
		<description><![CDATA[Yang membedakan manusia yang satu dengan lainnya dihadapan Allah bukanlah rupa, etnik, jenis kelamin, kekayaan, kekuasaan atau jabatan, tetapi kadar ketaqwaannya. Allah berfirman &#8221; Sesungguhnya yang paling mulia diantara kalian di hadapan Allah adalah yang paling bertaqwa diantara kalian&#8221;. Secara sederhana taqwa adalah melaksanakan semua perintah Allah dan menjauhi segala laranganNya, baik secara terang terangan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hefnizein.wordpress.com&amp;blog=5713900&amp;post=36&amp;subd=hefnizein&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Bookman Old Style;">Yang membedakan manusia yang satu dengan lainnya dihadapan Allah bukanlah  rupa, etnik, jenis kelamin, kekayaan, kekuasaan atau jabatan, tetapi kadar ketaqwaannya. Allah berfirman &#8221; Sesungguhnya yang paling mulia diantara kalian di hadapan Allah adalah yang paling bertaqwa diantara kalian&#8221;.<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Bookman Old Style;">Secara sederhana taqwa  adalah melaksanakan semua perintah Allah dan menjauhi segala laranganNya, baik secara terang terangan maupun secara rahasia. Karena posisinya yang demikian utama dalam Islam, maka para pelakukunya (Muttaqin) akan mendapatkan berbagai balasan yang besar dari Allah baik di dunia lebih lebih diakherat.<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Bookman Old Style;">Balasan Allah yang langsung diterima oleh manusia taqwa didunia, antara lain :<br />
</span></p>
<ol>
<li>
<div style="text-align:justify;"><span style="font-family:Bookman Old Style;">Allah akan memudahkan segala urusannya, memberi jalan keluar atas semua kesulitannya dan memberinya rezeki dengan jalan tidak disangka sangka. (Qs. 65 : 2, 3)<br />
</span></div>
</li>
<li>
<div style="text-align:justify;"><span style="font-family:Bookman Old Style;">Allah akan memberikan furqon (kemampuan instingtif) untuk dapat membedakan yang haq dan yang bathil, dijauhkan dari kesalahan-kesalahan dan diampuni dosa-dosanya. (Qs. 8 : 29)<br />
</span></div>
</li>
<li>
<div style="text-align:justify;"><span style="font-family:Bookman Old Style;">Allah akan membuka barokah dari segenap pintu langit dan bumi (Qs. 7 : 96)<br />
</span></div>
</li>
<li>
<div style="text-align:justify;"><span style="font-family:Bookman Old Style;">Mereka selalu disertai, ditolong dan dicintai Allah sehingga dalam keadaan apapun tidak perlu hawatir dan bersedih hati (Qs. 10 : 62)<br />
</span></div>
</li>
<li>
<div style="text-align:justify;"><span style="font-family:Bookman Old Style;">Diwafatkan dalam keadaan baik (Qs. 16 : 32) .<br />
</span></div>
</li>
</ol>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Bookman Old Style;">Sedangkan balasan Allah bagi  manusia taqwa di akherat antara  lain :<br />
</span></p>
<ol>
<li>
<div style="text-align:justify;"><span style="font-family:Bookman Old Style;">Diselamatkan oleh Allah<br />
</span></div>
</li>
<li>
<div style="text-align:justify;"><span style="font-family:Bookman Old Style;">Mendapat pahala yang berlipat ganda (Qs 65 : 5)<br />
</span></div>
</li>
<li>
<div style="text-align:justify;"><span style="font-family:Bookman Old Style;">Tak tersentuh api neraka (Qs 39 : 61)<br />
</span></div>
</li>
<li>
<div style="text-align:justify;"><span style="font-family:Garamond;">M</span><span style="font-family:Bookman Old Style;">endapat posisi paling mulya disisi Allah<br />
</span></div>
</li>
<li>
<div style="text-align:justify;"><span style="font-family:Bookman Old Style;">Sebagai utusan terhormat (Qs 19 : 85)<br />
</span></div>
</li>
<li>
<div style="text-align:justify;"><span style="font-family:Bookman Old Style;">Mendapat balasan sorga. (Qs. 16 : 32, 54 : 54,55)<br />
</span></div>
</li>
<li>
<div style="text-align:justify;"><span style="font-family:Bookman Old Style;">Mendapat salam penghormatan tatkala memasuki sorga (Qs. 39 : 74)<br />
</span></div>
</li>
</ol>
<p style="text-align:justify;">
 </p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Bookman Old Style;">Menurut Imam Qusyairi  kata &#8220;taqwa&#8221; tersusun  atas empat huruf, yakni huruf Ta&#8217; ( </span><span style="font-family:Arial;">ﺖ </span><span style="font-family:Bookman Old Style;">) yang bermakna Tawadlu , huruf Qof  ( </span><span style="font-family:Arial;">ﻖ </span><span style="font-family:Bookman Old Style;">) mempunyai arti  Qona&#8217;ah,  huruf wawu (  </span><span style="font-family:Arial;">ﻮ</span><span style="font-family:Bookman Old Style;">  ) berarti wara&#8217;, dan  huruf  Ya&#8217;  ( </span><span style="font-family:Arial;">ﻯ  </span><span style="font-family:Bookman Old Style;">) berarti Yaqin. Dari susunan kata tersebut maka seseorang dapat disebut telah memperoleh derajat taqwa apabila memiliki sifat, Tawadu&#8217;, Qona&#8217;ah, Wara&#8217; dan Yakin.<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Bookman Old Style;"><strong>Pertama</strong>,  Tawadlu&#8217;<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Bookman Old Style;">Tawadlu&#8217;, merupakan salah satu wujud dari ahlakul karimah, yakni sikap rendah hati, tidak mau menonjolkan diri dan jauh dari arogansi atau kesombongan. Orang tawadlu&#8217; sama dengan falsafah bumi, dirinya rela untuk selalu berposisi dibawah, rela dinjak-injak atau diapakan saja, tetapi dirinya terus istiqomah memberikan manfaat bagi sekalian alam, buktinya kepada bumi mayat manusia dikubur, dari sesuatu yang dihasilkan bumi manusia makan dari minum.<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Bookman Old Style;">Orang tawadlu&#8217; juga sama dengan falsafah padi dan air laut, semakin berisi dan menguning padi semakin tertunduk, air laut juga begitu, semakin dalam dia semakin tenang. Karena sifatnya yang demikian, maka dalam sebuah  hadits disebutkan &#8220;barang siapa yang bersikap tawadlu&#8217; derajatnya akan diangkat oleh Allah swt&#8221;.<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Bookman Old Style;"><strong>Kedua</strong>, Qona&#8217;ah<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Bookman Old Style;">Qona&#8217;ah artinya ridlo dengan segala pemberian yang menjadi keputusan Allah, karenanya hidupnya sangat tenang dan damai. Menurut Al Ghazali, orang qona&#8217;ah adalah orang yang merasa kaya meskipun tidak kaya, dirinya merasa cukup dengan apa yang telah diberikan Allah kepadanya, ia tidak mau tergiur mati-matian mengejar sesuatu yang tidak bisa dibawa mati, ia menjadi merdeka karena ridlo (menerima apa adanya) segala keputusan Allah.<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Bookman Old Style;">Dalam beberapa riwayat, Rasululloh bersabda &#8220;Bukanlah kekayaan itu lantaran banyak harta, tetapi kekayaan sebenarnya adalah kekayaan jiwa&#8221; ( Hr.Tabrani). Qona&#8217;ah itu adalah harta yang tak akan hilang dan simpanan yang tak akan lenyap ( Hr.Tabrani)<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Bookman Old Style;"><strong>Ketiga,</strong> Wara&#8217;.<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Bookman Old Style;">Wara&#8217; adalah lawan dari sikap sembrono, yakni sikap berhati-hati tidak saja pada hal-hal yang jelas-jelas tidak baik (haram), tetapi juga pada hal-hal yang masih belum jelas (subhad).<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Bookman Old Style;">Orang yang wara&#8217; sikap selektifnya terhadap sesuatu sangatlah ketat, dia berhati-hati betul dalam berbicara, dalam bertingkah laku, juga dalam memutuskan segala sesuatu yang terkait dengan dirinya. Karena itu peluang selamatnya menjadi  lebih besar.<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Bookman Old Style;"><strong>Keempat</strong>, Yaqin.<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Bookman Old Style;">Imam qusyairi menyebutkan, yaqin itu adalah ketetapan ilmu yang tidak berputar putar dan tidak terombang ambing serta tidak berubah rubah dalam hati. Nabi saw bersabda &#8220;Yang sangat aku takuti terhadap umatku adalah lemahnya keyakinan mereka&#8221;.<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Bookman Old Style;">Dalam kehidupan ini seseorang harus bersikap optimis kendati perjalanan hidup tidak selamanya manis. Tidak ada satupun yang tidak bisa diraih, tetapi syaratnya jangan ragu, sebab keraguan hanya menunjukkan bahwa tekad kita belum maksimal, tak ada kebaikan dalam keraguan, yaqinlah dengan seyaqin-yaqinnya bahwa Allah kuasa mengabulkan hajat hambanya, dengan keyaqinan yang mustahil akan bisa menjadi kenyataan, tetapi tanpa keyaqinan, kepastian akan menjadi sirna.<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Bookman Old Style;">Allah itu sesuai prasangka hambanya, bila kita yaqin  bahwa Allah akan menolong kita, maka Allah benar-benar akan menolong kita, bila kita yaqin  bahwa Allah  </span><span style="font-family:Garamond;font-size:12pt;">mengabulkan</span><span style="font-family:Bookman Old Style;"> doa kita, maka Allah benar-benar akan mengabulkan doa kita.<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Bookman Old Style;">Bila seseorang mengingat Allah, maka Allah akan mengingatnya, bila seseorang mencintai Allah, maka Allah akan mencintainya, bila seseorang memohon perlindungan, maka Allah akan melindunginya, bila seseorang mendekat kepadaNya sejengkal, Allah akan mendekatinya sehasta, bila seseorang mendekat kepadaNya sehasta, Allah akan mendekatinya sedepa,  bila seseorang mendekat kepadaNya dengan berjalan, Allah akan mendekatinya dengan berlari.</span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hefnizein.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hefnizein.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hefnizein.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hefnizein.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hefnizein.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hefnizein.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hefnizein.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hefnizein.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hefnizein.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hefnizein.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hefnizein.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hefnizein.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hefnizein.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hefnizein.wordpress.com/36/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hefnizein.wordpress.com&amp;blog=5713900&amp;post=36&amp;subd=hefnizein&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hefnizein.wordpress.com/2008/12/06/kiat-mencapai-taqwa-ii/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/04f4748b36a2e5599c6d57ba15ca3685?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">WIMPY</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>KIAT MENCAPAI TAQWA (1)</title>
		<link>http://hefnizein.wordpress.com/2008/12/06/kiat-mencapai-taqwa-1/</link>
		<comments>http://hefnizein.wordpress.com/2008/12/06/kiat-mencapai-taqwa-1/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 05 Dec 2008 23:03:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Wimpy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hefnizein.wordpress.com/2008/12/06/kiat-mencapai-taqwa-1/</guid>
		<description><![CDATA[Dalam Qs ali Imran ayat 133 –136 disebutkan &#8220;&#8230;.. orang-orang yang bertaqwa, yaitu orang-orang yang menafkahkan hartanya baik dalam keadaan lapang atau sempit, dan orang-orang yang menahan marah dan suka memaafkan kesalahan orang lain, Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan. Dan juga orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji dan menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hefnizein.wordpress.com&amp;blog=5713900&amp;post=35&amp;subd=hefnizein&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Bookman Old Style;">Dalam  Qs ali Imran ayat 133 –136  disebutkan &#8220;&#8230;.. orang-orang yang bertaqwa, yaitu orang-orang yang menafkahkan hartanya  baik  dalam keadaan lapang atau sempit, dan orang-orang yang menahan marah dan suka memaafkan kesalahan orang lain, Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan. Dan juga orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji dan menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun  terhadap dosa-dosa mereka, &#8230; dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu &#8230;&#8230;., balasan mereka adalah ampunan dari Tuhan mereka dan sorga &#8230;&#8230;&#8230; mereka kekal didalamnya, dan itulah sebaik-baik pahala orang yang beramal&#8221;.<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Bookman Old Style;">Dari  ayat diatas jelas sekali bahwa kiat yang perlu dilakukan untuk menjadi muttaqin antara lain adalah :<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Bookman Old Style;"><strong>Pertama,</strong>  Bersegera menuju ampunan Allah.<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Bookman Old Style;">Perlu disadari bahwa hidup didunia ini sangatlah singkat, dan setiap saat seiring dengan perjalanan waktu,  kontrak kita di dunia inipun terus berkurang, maka </span><span style="font-family:Garamond;font-size:12pt;">manfaatkan </span><span style="font-family:Bookman Old Style;">waktu yang tersedia dengan sebaiknya baiknya.  <strong><br />
			</strong></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Bookman Old Style;">Ketika Allah menggunakan kata-kata &#8221; bersegeralah !, Artinya kita disuruh cepat-cepat menuju ampunan Allah agar tidak terlambat, sebab waktu yang tersedia amatlah singkat, jadi kita mesti bersegera sebelum kesempatan itu keburu habis dan berakhir.<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Bookman Old Style;"><strong>Kedua,</strong>  Menafkahkan harta dalam keadaan lapang atau sempit<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Bookman Old Style;">Orang yang gemar berinfak dijalan Allah biasanya di sebut dermawan,  Dalam sebuah hadits disebutkan &#8220;Allah tidak menarik para kekasihnya kecuali atas dasar kedermawanan dan akhlak yang baik&#8221; (Hr. Ibnu Hibban). Dalam riwayat lain disebutkan &#8220;Sesungguhnya Allah menolakkan bencana kerena kehadiran kaum dermawan, karena merekalah manusia mendapat curahan hujan dan karena merekalah manusia ditolong Allah&#8221;.<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Bookman Old Style;">Dalam pandangan Islam orang yang gemar berinfak untuk agama dan kemanusiaan tidaklah menjadikan yang bersangkutan jatuh miskin, malah sebaliknya Allah akan menggantinya dengan berlipat ganda.<br />
</span></p>
<p>
 </p>
<p><span style="font-family:Bookman Old Style;">Ditegaskan dalam QS.2 : 265  bahwa &#8220;Dan perumpamaan orang-orang yang membelanjakan hartanya karena mencari keridhaan Allah dan untuk keteguhan jiwa mereka, seperti sebuah kebun yang terletak di dataran tinggi yang disiram oleh hujan lebat, Maka kebun itu menghasilkan buahnya dua kali lipat. Jika hujan lebat tidak menyiraminya, maka hujan gerimis (pun memadai). dan Allah Maha melihat apa yang kamu perbuat.<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Bookman Old Style;">Bahkan Allah menganjurkan orang orang yang berada dalam kesempitan, hendaklah berinfaq agar dibebaskan dari kesempitan yang dideritanya,  ditegaskan dalam Qs.65 : 7 &#8220;Dan orang orang yang disempitkan rizkinya, hendaklah memberi nafkah dari harta yang diberikan Allah kepadaNya. ……. Allah akan memberikan kelapangan setelah kesempitan&#8221; .<em><br />
			</em></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Bookman Old Style;"><strong>Ketiga</strong>, Menahan marah.<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Bookman Old Style;">Sifat pemarah, tempramental dan emosional adalah salah satu penyakit hati. Imam Alghazali menegaskan ketika seseorang sedang marah, hati yang bersangkutan akan memanas bagai api yang membara, makin tinggi marahnya makin tinggi pula derajat panasnya hati sehingga sangat berbahaya. Dan dalam kondisi seperti itu syetan juga ikut mengipasinya sehingga  panas hati memuncak dan membakar segalanya .<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Bookman Old Style;">Dalam sebuah hadits disebutkan &#8220;Seorang sahabat berkata kepada Nabi saw, Ya Rasululloh, berpesanlah kepada kami, agar kami memperoleh keselamatan, lalu Nabi berpesan &#8220;jangan suka marah&#8221; sahabat itu bertanya berulang ulang dan nabi tetap berulang ulang menjawab &#8220;jangan suka marah&#8221; (Hr. Buhari). Dalam riwayat lain Rasul saw bersabda &#8220;Orang yang kuat itu bukanlah orang yang kuat bergulat, tetapi sebenarnya orang kuat itu adalah yang mampu menahan amarah&#8221; (Hr Muttafaq alaih).<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Bookman Old Style;">Orang yang mampu menahan marah, berarti mampu mengendalikan hawa nafsu dan mengalahkan syetan, karena itu, ia merupakan salah satu karakter dari orang yang taqwa.<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;">
 </p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Bookman Old Style;"><strong>Keempat</strong>,  Memaafkan kesalahan orang lain<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Bookman Old Style;">Rsululloh saw bersabda &#8221; Barang siapa memaafkan saat dia mampu membalas  maka Allah akan memberinya maaf pada hari kesulitan&#8221;. (Hr. Tabrani)<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Bookman Old Style;">Alangkah indahnya jika budaya memaafkan kita jadikan sebagai pola hidup, memaafkan yang bukan saja karena orang lain bersalah, melainkan menjadi sikap hidup itu sendiri,  sebab betapa malunya kita dihadapan Allah kalau sampai kita tidak punya sifat pemaaf sementara Allah sendiri begitu sangat pemurah dan pemaaf.<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Bookman Old Style;"><strong>Kelima,</strong>  Berbuat baik pada orang lain<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Bookman Old Style;">Suka berbuat baik, menurut alqur&#8217;an merupakan suatu keberuntungan yang besar, sebagaimana ditegaskan dalam  Qs. 41 : 35 &#8220;Sifat-sifat yang baik itu tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang sabar dan tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang mempunyai keuntungan yang besar.<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Bookman Old Style;">Dalam sebuah hadits disebutkan &#8220;Barang siapa berbuat baik pada orang lain, Allah akan berbuat baik kepadanya, siapa yang membantu kesulitan orang lain, Allah akan membantu kesulitannya di hari  kiamat dan siapa yang menutup aib orang lain maka Allah akan menutupi aibnya di dunia dan aherat (Hr. Muslim).<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Bookman Old Style;">Alhasil, bila kita ingin mendapat kecintaan Allah, maka cintailah Allah ! dan tirulah akhlakNya !, bila Allah sumber kebaikan, maka kita harus suka berbuat baik, bila Allah maha penolong, kita juga mesti jadi penolong,  bila Allah maha pengasih maka kita juga jangan kikir, demikian seterusnya. Maka berlomba-lombalah dalam kebaikan, sesungguhnya Allah mencintai orang yang berbuat baik.<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Bookman Old Style;"><strong>Keenam,</strong> Apabila berbuat salah langsung bertobat kepada Allah dan tidak mengulangi kembali kesalahannya<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Bookman Old Style;">    Orang yang baik itu bukan orang yang tidak pernah bersalah, tetapi yang segera menyadari kesalahannya dan segera bertobat kepadaNya. Dalam hadits nabi ditegaskan &#8221; Seorang masuk sorga bukan karena amalnya, tetapi karena kasih sayang  (rahmat) Allah ta&#8217;ala.&#8221; (Hr. Muslim)<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Bookman Old Style;">Hadits diatas menunjukkan bahwa kasih sayang Allah jauh lebih besar dari adzabNya, ampunan Allah jauh lebih besar dari murkaNya. Sesungguhnya jika Allah betul-betul menerapkan keadilanNya, rasanya sedikit sekali manusia yang bakal masuk sorga. Ada hadits yang menyatakan &#8220;Tidak akan  pernah masuk  sorga seseorang yang dalam hatinya ada rasa takabbur walau sebesar debu&#8221;, realitasnya takabbur kita bukan sebesar debu tapi sebesar gunung, padahal sebesar debu saja diharamkan masuk sorga.<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Bookman Old Style;">Ada pula hadits yang menyebutkan &#8220;Barang siapa memasukkan sesuap makanan haram ke dalam perutnya, maka tidak akan diterima amal kebaikannya selama 40 hari&#8221;. Bila sesuap saja akan tertolak amal kebaikannya selama 40 hari, lalu berapa hari jika yang masuk ke perutnya  dua milyar suap ? Jika memperhatikan hadits hadits itu, rasanya kita semua akan masuk neraka.<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Bookman Old Style;">Jika Allah dengan keadilannya membalas kita dengan balasan setimpal atau mempertimbangkan semua amal kita, maka celakalah kita, sebab kalau kita mengandalkan amal baik kita, tentu sangat tidak cukup, Tetapi Rahmat Allah sungguh sangat luas dan tak terkirakan, dinyatakan dalam sebuah hadits qudsi : RahmatKu mendahului murkaKu (Hr. Muslim)</span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hefnizein.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hefnizein.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hefnizein.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hefnizein.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hefnizein.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hefnizein.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hefnizein.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hefnizein.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hefnizein.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hefnizein.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hefnizein.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hefnizein.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hefnizein.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hefnizein.wordpress.com/35/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hefnizein.wordpress.com&amp;blog=5713900&amp;post=35&amp;subd=hefnizein&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hefnizein.wordpress.com/2008/12/06/kiat-mencapai-taqwa-1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/04f4748b36a2e5599c6d57ba15ca3685?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">WIMPY</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>KIAT MERAIH TIKET MENUJU SORGA ( II )</title>
		<link>http://hefnizein.wordpress.com/2008/12/02/32/</link>
		<comments>http://hefnizein.wordpress.com/2008/12/02/32/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 02 Dec 2008 14:41:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Wimpy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tentang Surga]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hefnizein.wordpress.com/2008/12/02/32/</guid>
		<description><![CDATA[Dalam sebuah hadits Rasululloh saw menegaskan terdapat empat macam perbuatan yang mengantarkan pelakunya memperoleh tiket ke sorga tanpa melalui proses hisab, yakni : Pertama, Afsus Salam (Menyebarkan Salam) Menyebar salam adalah memberikan manfaat keselamatan, kedamaian dan ketenteraman kepada seluruh mahluk di jagad makrokosmos ini. Itulah tugas utama sekaligus merupakan karakteristik dari kaum muslimin, karena itu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hefnizein.wordpress.com&amp;blog=5713900&amp;post=32&amp;subd=hefnizein&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Bookman Old Style;font-size:12pt;">Dalam sebuah hadits Rasululloh saw menegaskan terdapat empat  macam perbuatan yang mengantarkan pelakunya memperoleh tiket ke sorga tanpa melalui proses hisab, yakni :<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Bookman Old Style;"><strong>Pertama,</strong> Afsus Salam (Menyebarkan Salam)<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Bookman Old Style;">Menyebar salam adalah memberikan manfaat keselamatan, kedamaian dan ketenteraman kepada seluruh mahluk di jagad makrokosmos ini. Itulah tugas utama sekaligus merupakan karakteristik dari kaum muslimin, karena itu Nabi saw menegaskan &#8220;tidak termasuk golonganku orang yang membuat tetangganya tidak tenang karena kejahatannya&#8221;. Dengan semangat rahmatan lil alamin, diharapkan terwujud komonitas masyarakat yang salamah dan saling menentramkan yang didalamnya sarat toleransi dan persaudaraan.<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Bookman Old Style;">Guna mewujudkan semangat salam yang saling menentramkan, Islam mengajarkan kita beberapa hal, antara lain budayakan Islah dan tabayyun, hindarkan <em>taskhirriyah</em>, meremehkan atau memperolo-olakn orang lain., Jangan suka menghina orang lain, jauhkan diri dari sikap <em>su-udhon</em> atau buruk sangka, jangan suka mencari kesalahan orang lain dan  jangan suka menggunjing orang lain atau <em>ghibah</em>.<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Bookman Old Style;"><strong>Kedua,</strong> Wasilul Arham (Menyambung tali silatur rahiem)<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Bookman Old Style;font-size:12pt;">Dalam sebuah Hadits disebutkan &#8220;barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaknya menyambung tali silatur rahiem&#8221;. Pada kesempatan lain Rasululloh saw bersabda &#8220;<em> &#8220;</em>Maukah kalian Aku tunjukkan hal hal yang menyebakan kalian diangkat derajatnya oleh Allah ? Na&#8217;am kata para sahabat,  Nabi berkata &#8221; Kau ma&#8217;lumi orang yang mengejek dan menentangmu karena ketidak tahuannya, anda maafkan orang-orang yang mendholimimu, Kau berikan rizqimu pada orang yang mengharamkan hartanya untukmu dan anda sambungkan tali persaudaraan dengan orang yang memutuskannya&#8221;.<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Bookman Old Style;font-size:12pt;">Karena itu yang dimaksud dengan Silatur Rahiem bila mengacu pada hadits Nabi saw adalah  <em>&#8220;Laysal muwashil bil mukafi&#8217; walakin al muwashil &#8216;an tashil man qatha&#8217;ak</em> (Silatur rahiem itu bukanlah membalas kunjungan atau pemberian, tetapi menyambung apa yang terputus)<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Bookman Old Style;font-size:12pt;">Kedudukan budaya silatur rahiem sangat urgen dalam kehidupan, karena akan mengantarkan kita pada tiga sikap utama, yakni akseptasi (kesediaan menerima keberadaan kelompok lain), apresiasi (menghargai keyakinan kelompok lain) dan ko eksistensi (kesediaan untuk hidup berdampingan secara damai dengan kelompok lain), tiga sikap ini pada gilirannya akan mengantarkan kita pada tahap kedewasaan diri yang dengan lapang dada menerima keanekaragaman sebagai sunnatullah.<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Bookman Old Style;font-size:12pt;">Dengan budaya silatur rahiem, akan menyebar semangat kasih sayang antar sesama, dengan kasih sayang,  kesenjangan, kecemburuan dan dengki akan diganti dengan sikap saling pengertian dan toleransi, dengan toleransi akan terbentuk persaudaraan yang kokoh, dan dengan persaudaraan yang kokoh akan terwujud kehidupan yang damai.<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Bookman Old Style;"><strong>Ketiga,</strong> Ath&#8217;imut tho&#8217;am (Memberi makan orang yang lapar)<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Bookman Old Style;">Dalam alqur&#8217;an amal yang paling sering disebut adalah memberi makan orang-orang miskin, salah satunya dalam surat al maa&#8217;uun  &#8220;Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama? Itulah orang yang menghardik anak yatim, dan tidak menganjurkan memberi makan orang miskin&#8221;<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Bookman Old Style;font-size:12pt;">Dalam sebuah riwayat disampaikan &#8220;Tuhan bertanya kepada Jibril as, Wahai Jibril seandainya Aku menciptakan anda sebagai seorang manusia, bagaimana cara anda beribadah kepadaku ? Jibril menjawab, aku akan menyembahmu dengan tiga cara. Pertama Aku akan beri minum orang yang kehausan, kedua aku akan menutupi kesalahan orang lain ketimbang akau membicarakannya, dan ketiga  aku akan menolong meraka yang miskin&#8221;.<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Bookman Old Style;">Riwayat diatas menegaskan bahwa syarat seseorang untuk dapat taqorrub dengan Allah adalah bila sebelumnya ia telah dekat dengan saudara saudaranya yang kekurangan.  Dengan kata lain bila Allah menyuruh manusia mendekatkan diri kepadanya dengan mengisi masjid-masjid yang sunyi, maka Allah juga menyuruh manusia mendekatkan diri kepadanya dengan mengisi perut-perut yang kosong.<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Bookman Old Style;font-size:12pt;">Selama ini ibadah kita hanya terbatas pada ibadah ritual saja, belum bergerak pada ibadah sosial, padahal posisi keduanya adalah sama. Betapa banyak diantara kita yang disibukkan dengan urusan ibadah mahdhah tetapi mengabaikan kemiskinan, kebodohan, kelaparan dan kesengsaraan hidup yang diderita saudara saudara mereka.<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Bookman Old Style;font-size:12pt;">Tidak sedikit diantara kita dengan khusu&#8217; bertahajjud berjam-jam diatas sajadah, sementara disekitar kita tak terhitung tubuh tubuh layu kelaparan dan kurang gizi, Betapa mudahnya jutaan rupiah kita habiskan untuk umroh, disaat ribuan saudara kita masih sangat sulit mencari sesuap nasi, ribuan anak putus sekolah karena tidak ada biaya, ribuan orang sakit menggelepar menunggu maut karena tak dapat membayar biaya berobat dan bahkan disaat ribuan saudara kita terpaksa melacurkan diri, atau bahkan menjual iman dan keyakinannya demi sesuap nasi untuk mempertahankan hidup.<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Bookman Old Style;font-size:12pt;">Padahal Rasul saw sangat tegas mengatakan &#8220;barang siapa diantara kaum muslimin yang tidak memikirkan atau memperhatikan nasib kaum muslimin yang lain, maka mereka bukan termasuk golongan umat ku&#8221;. Dalam riwayat lain ditegaskan &#8220;Tidak beriman seseorang yang tidur dalam keadaan kenyang sementara ia tahu bahwa ada tetangganya yang kelaparan&#8221;.<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Bookman Old Style;"><strong>Keempat,</strong> Shollu billayli wannasu niyam (Solat malam ketika orang lain terlelap)<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Bookman Old Style;font-size:12pt;">Diantara ciri orang taqwa adalah mereka yang sedikit tidur diwaktu malam dan menghabiskan malam-malamnya dengan bersujud, mengadukan nasibnya, bermohon, bermunajat, bertasbih, beristighfar dan mendekatkan diri kepada Allah swt  dalam sholat guna menperoleh maqom mahmuda. Dalam sebuah riwayat disebutkan &#8220;Setiap malam Allah swt turun ke langit dunia dan berseru : Adakah hambaku yang minta ampun malam ini ?, Adakah hambaku yang bertaubat malam ini ?, Adakah hamba yang minta dipenuhi hajatnya malam ini ? Sehingga Aku penuhi semua permintaannya&#8221;.<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Bookman Old Style;font-size:12pt;">Sholat dalam Islam bukan sekedar pengistrihatan mental dari segala kesibukan bendawi, tetapi lebih merupakan sarana efektif bagi upaya komonikasi,  secara vis a vis antara makhluk dan sang kholik. Sholat adalah saat yang paling tepat untuh mencurahkan  segalanya kepada Allah. Sebab menurut Hadits yang diriwayatkan Muslim &#8220;paling dekatnya hamba dengan kholiknya adalah ketika ia sujud  (di waktu Sholat)&#8221;<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Bookman Old Style;font-size:12pt;">Sholat adalah momentum yang amat strategis dimana relasi seorang mu&#8217;min diperbaharui dengan saluran rahasia yang menjadi sumber wujud dirinya, ketika seseorang memasuki kosmologi sholat sesungguhnya yang bersangkutan sedang berpisah dengan alam relatif dan fana menuju ke alam absolut dan baqa&#8217;, ketika seseorang mengangkat tangan (takbir) dalam sholat, saat itu sesungguhnya yang bersangkutan tengah meninggalkan planet ini, dia sedang mi&#8217;raj menghadap Allah Swt di sidratul muntaha, sebagaimana ditegaskan oleh sebuah hadits bahwa <em>&#8220;Assolatu Mi&#8217;rajul Mu&#8217;minin &#8220;<br />
</em></span></p>
<p><span style="font-family:Bookman Old Style;font-size:12pt;">Dalam sebuah riwayat  disampaikan &#8220;Barang siapa yang memelihara sholat malam, Allah akan memelihara dia dari lima hal. 1) dihilangkan kesusahan dunianya, 2) diselamatkan dari siksa kubur. 3) seluruh amal kebaikannya akan diterima  4) Melewati siratol mustaqimn laksana kilat dan 5) akan dimasukkan ke sorga tanpa proses hisab&#8221;.<br />
</span></p>
<p><span style="font-size:12pt;"><span style="font-family:Bookman Old Style;">Bila empat hal diatas kita lakukan secara konsisten, maka tiket gratis menuju sorga akan kita kantongi, insyaAllah.</span><br />
</span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hefnizein.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hefnizein.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hefnizein.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hefnizein.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hefnizein.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hefnizein.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hefnizein.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hefnizein.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hefnizein.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hefnizein.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hefnizein.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hefnizein.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hefnizein.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hefnizein.wordpress.com/32/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hefnizein.wordpress.com&amp;blog=5713900&amp;post=32&amp;subd=hefnizein&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hefnizein.wordpress.com/2008/12/02/32/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/04f4748b36a2e5599c6d57ba15ca3685?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">WIMPY</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>KIAT MERAIH TIKET MENUJU SORGA ( I )</title>
		<link>http://hefnizein.wordpress.com/2008/12/02/kiat-meraih-tiket-menuju-sorga-i/</link>
		<comments>http://hefnizein.wordpress.com/2008/12/02/kiat-meraih-tiket-menuju-sorga-i/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 02 Dec 2008 14:39:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Wimpy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tentang Surga]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hefnizein.wordpress.com/2008/12/02/kiat-meraih-tiket-menuju-sorga-i/</guid>
		<description><![CDATA[Dalam sebuah riwayat Rasululloh saw bersabda &#8220;Jaminlah enam perkara kepadaku, niscaya Aku jamin kalian tiket ke sorga, yaitu : Berkatalah yang benar jika kalian bicara, Tepatilah apabila kalian berjanji, Tunaikanlah apabila kalian diamanati, Jagalah kehormatan kalian, Tundukkanlah pandangan kalian dan Kendalikanlah tangan kalian&#8221; (Hr. Ahmad &#38; Baihaqi) Hadits diatas menegaskan enam perbuatan yang pelakunya mendapat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hefnizein.wordpress.com&amp;blog=5713900&amp;post=31&amp;subd=hefnizein&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Bookman Old Style;">Dalam sebuah riwayat Rasululloh saw bersabda &#8220;Jaminlah enam perkara kepadaku, niscaya Aku jamin kalian tiket ke sorga, yaitu : Berkatalah yang benar jika kalian bicara, Tepatilah apabila kalian berjanji, Tunaikanlah apabila kalian diamanati, Jagalah kehormatan kalian, Tundukkanlah pandangan kalian dan Kendalikanlah tangan kalian&#8221; (Hr. Ahmad &amp; Baihaqi)<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Bookman Old Style;"> Hadits diatas menegaskan enam perbuatan yang pelakunya mendapat jaminan dari Rasululloh saw berupa tiket gratis ke sorga, yakni  :<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Bookman Old Style;"><strong>Pertama,</strong>  Berkata benar .<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Bookman Old Style;">Lisan bagi manusia merupakan instrumen yang paling  signifikan mendatangkan kebaikan, tetapi ampuh juga mendatangkan keburukan, sejarah membuktikan tidak sedikit terjadinya kerusakan dalam skala besar di masyarakat gara-gara perkataan lisan yang tidak benar.<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Bookman Old Style;">Karena itu disebutkan  <em>&#8220;salamatul insan fi hifdzil lisan</em>&#8221; (keselamatan manusia tergantung pada lisannya)&#8221;, bahkan keberimanan seseorang juga diukur oleh lisannya, sebagaimana sabda nabi saw &#8220;Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata benar atau diam saja&#8221;.<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Bookman Old Style;">Yang termasuk perkataan baik menurut alqur&#8217;an meliputi : (1) perkataan yang benar, jujur, lurus, tidak bohong serta tidak berbelit belit, Ini disebut Qowlan Syadiida  (Qs. 4 : 9), (2), Perkataan yang penuh hikmah, tidak sia sia, fasih, dan efektif, ini disebut Qowlan Baliigha (Qs. 4: 63), (3). Perkataan yang pentas, santun</span><span style="font-family:Garamond;font-size:12pt;"><br />
		</span><span style="font-family:Bookman Old Style;">dan relevan ini disebut Qowlan Mansuura  (Qs. 17: 28), (4), Perkataan yang mulia atau Qowlan Kariima (Qs. 17: 23), (5) Perkataan yang lemah lembut dan menyejukkan atau Qowlan Layyina (Qs. Thoha : 44) dan          (6) yang termasuk perkataan baik adalah Qowlan Ma&#8217;ruufa (Qs. 4 : 5) yakni perkataan yang bagus, tepat pemilihan katanya sehingga mudah difahami.<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Bookman Old Style;">Lisan menjadi sangat berbahaya dan berdampak sosial luas, ketika ia digunakan untuk berkata dusta, berkata kotor,  memfitnah, mengadu domba, menyebar isu bohong, ghibah, menghasut dan memprofokasi. Ucapan semacam itu dapat menyakitkan perasaan seseorang, membuat orang lain tercemar nama baiknya dan jatuh martabatnya, maka yang demikian itu dosanya adalah lebih besar dari pembunuhan. Sebagaimana sabda Rasululloh saw &#8220;<em>Fitnah itu adalah lebih kejam dari pembunuhan. </em>Maka bagi yang mampu menjaga lisannya dan hanya menggunakannya pada hal yang baik, adalah tiket  pertama menuju sorga.<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Bookman Old Style;"><strong>Kedua,</strong> Menepati janji.<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Bookman Old Style;">Dalam  Islam, janji itu adalah hutang  yang harus dipenuhi, karena itu  alqur&#8217;an  menegaskan &#8221; Hai orang orang yang beriman, tepatilah janji janji itu, sesungguhnya janji itu  akan ditanya &#8220;.<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Bookman Old Style;">Dari segi orientasinya, janji manusia ada dua macam, pertama, janji kepada Allah dan kedua janji kepada sesama manusia. Janji kepada Allah kita ucapkan setiap kali kita melakukan sholat, yakni dalam iftitah &#8220;sesungguhnya sholatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah&#8221; juga ketika membaca surat alfatihah &#8220;Ya Allah hanya kepadaMu aku menyembah dan minta pertolongan&#8221;. Maka seseorang yang masih menyembah dan minta pertolongan kepada selain Allah &#8220;dalam segala bentuknya&#8221; berarti ia telah mengingkari  janjinya.<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Bookman Old Style;">Padahal baik janji kepada Allah maupun janji kepada manusia wajib hukumnya dipenuhi, karenanya janganlah mudah berjanji kalau tidak mau ditepati,  sebab hal tersebut akan dihitung sebagai hutang yang akan ditagih dikemudian hari.<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Bookman Old Style;"><strong>Ketiga,</strong><span style="font-size:12pt;"><br />
			</span>Menunaikan amanah<span style="font-size:12pt;"><br />
			</span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Bookman Old Style;">Dalam Qs. 4 : 58  Allah swt berfirman &#8221; Sesungguhnya Allah menyuruh manusia menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya&#8221;<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Bookman Old Style;">Semua yang ada pada kita berupa apapun sejatinya merupakan amanat yang wajib ditunaikan sesuai kehendak Allah swt, Dalam sebuah hadits Rasululloh saw bersabda &#8220;Apabila amanah sudah disia-siakan (tidak ditunaikan kepada yang berhak menerimanya), maka tungguhlah saat kehancurannya&#8221;.<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Bookman Old Style;">Oang yang berkhianat bila mendapat amanah oleh Islam disebut orang munafik, seperti ditegaskan Nabi saw &#8220;Tanda orang munafik itu ada tiga : apabila berbicara ia dusta, bila berjanji ia ingkar dan bila dipercaya ia hiyanat.&#8221;<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Bookman Old Style;">Sebaliknya, orang orang yang menyampaikan amanah menurut alqur&#8217;an adalah sifat orang mu&#8217;min yang akan mewarisi sorga firdaus dan akan kekal didalamnya. Hal ini tergambar dalam (Qs. 23 : 8,  10  dan 11) Dan orang-orang yang memelihara amanat-amanat (yang dipikulnya) dan janjinya. Dan orang-orang yang memelihara sembahyangnya. Mereka Itulah orang-orang yang akan mewarisi,(yakni) yang akan mewarisi syurga Firdaus. mereka kekal di dalamnya.<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Bookman Old Style;"><strong>Keempat,</strong><span style="font-size:8pt;"><br />
			</span>Menjaga kehormatan.<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Bookman Old Style;">    Menuruti dorongan nafsu seksual memang tidak akan ada puasnya,  ibarat orang minum air laut, semakin banyak meminumnya, merekapun semakin haus. Apalagi di zaman ini, dimana  peluang dan kesempatan begitu mudah didapat, bahkan terus ditawarkan secara terang terangan melalui pelbagai bacaan dan tontonan yang sifatnya umum sekalipun, oleh karenanya, dalam suasana yang demikian, upaya memelihara kehormatan bukanlah pekerjaan yang mudah, dibutuhkan iman yang kokoh, sekokoh karang ditengah badai gelombang yang terus menerjang.<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Bookman Old Style;">Dalam riwayat yang lain hadits Nabi bersabda &#8221; Barang siapa menjamin kepadaku memelihara apa yang ada diantara dua rahang (mulut) dan diantara dua kaki (kemaluan), maka saya menjamin baginya sorga &#8220;.<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Bookman Old Style;"><strong>Kelima,</strong>  Menundukkan pandangan<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Bookman Old Style;">Pandangan manusia dapat menjadi sember kebaikan, tetapi juga dapat membawa pada malapetaka. Alqur&#8217;an menegaskan &#8221; Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: &#8220;Hendaklah mereka menahan pandanganya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang mereka perbuat&#8221;.  Katakanlah kepada wanita yang beriman: &#8220;Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya<em>&#8230;..</em>  (Qs. 24 : 30-31).<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Bookman Old Style;">    Dalam suasana dekadensi moral yang tingkat kerusakannya telah mencapai titik kritis, dimana publikasi adegan porno yang membangkitkan syahwat terus dipublikasikan secara gencar diberbagai media masa, seperti internet, TV, majalah, koran sampai HP, kiranya menahan pandangan telah menjadi tantangan yang sangat berat bagi kaum beriman.<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Bookman Old Style;">Karena itu Nabi saw menganjurkan bagi para pemuda yang telah mempunyai kemampuan, untuk segera melangsungkan pernikahan, sebab dengan itu mereka dapat menjaga pandangan dan kemaluan dari hal-hal yang dilarang Allah. Dalam riwayat yang lain Rasul saw bersabda &#8221; Terdapat  tiga mata manusia yang nantinya tidak melihat api neraka, yakni mata yang terjaga di jalan Allah, mata yang menangis karena takut kepada Allah dan mata yang tidak mau melihat hal-hal yang diharamkan Allah&#8221; (Hr. Tabrani).    <br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Bookman Old Style;"><strong>Keenam,</strong>   Kendalikan tanganmu<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Bookman Old Style;">Syarat terakhir orang yang akan diberikan tiket  menuju sorga adalah mereka yang mampu mengendalikan tangan atau kekuasaannya dengan baik.<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Bookman Old Style;">Yang disebut mengendalikan tangan dengan baik adalah tidak mengambil sesuatu yang dilarang Allah, misalnya mencuri, merampas hak orang lain, memukul atau menyakiti orang lain dan semacamnya, tidak meminta minta, juga tidak memegang seseorang yang tidak halal baginya.<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Bookman Old Style;">Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan Tabrani, disebutkan &#8220;ditikam dari besi adalah lebih baik daripada tangan yang menyentuh &#8220;bi sahwat&#8221; seseorang yang tidak halal baginya. Sedangkan mengendalikan kekuasaan dengan baik adalah tidak menggunakan kekuasaannya untuk mendholimi diri sendiri  apalagi  mendholimi orang lain.</span>
	</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hefnizein.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hefnizein.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hefnizein.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hefnizein.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hefnizein.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hefnizein.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hefnizein.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hefnizein.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hefnizein.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hefnizein.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hefnizein.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hefnizein.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hefnizein.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hefnizein.wordpress.com/31/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hefnizein.wordpress.com&amp;blog=5713900&amp;post=31&amp;subd=hefnizein&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hefnizein.wordpress.com/2008/12/02/kiat-meraih-tiket-menuju-sorga-i/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/04f4748b36a2e5599c6d57ba15ca3685?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">WIMPY</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>KITA SUKSES DALAM PERJUANGAN</title>
		<link>http://hefnizein.wordpress.com/2008/12/02/kita-sukses-dalam-perjuangan/</link>
		<comments>http://hefnizein.wordpress.com/2008/12/02/kita-sukses-dalam-perjuangan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 02 Dec 2008 14:28:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Wimpy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hefnizein.wordpress.com/2008/12/02/kita-sukses-dalam-perjuangan/</guid>
		<description><![CDATA[Keberhasilan perjuangan Rasululloh saw yang mengagumkan dalam melakukan pencerahan terhadap ummat disamping karena faktor kepribadian beliau yang memukau juga karena beliau menjadikan Akhlaq sebagai dasar, sumber, prinsip, acuan dan panglima dari perjuangan beliau., misalnya betapa beliau selalu membalas makian dengan doa keselamatan. Alqur&#8217;an melukiskan &#8221; Sungguh Telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri, berat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hefnizein.wordpress.com&amp;blog=5713900&amp;post=30&amp;subd=hefnizein&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Bookman Old Style;">Keberhasilan perjuangan Rasululloh saw yang mengagumkan dalam melakukan pencerahan terhadap ummat disamping karena faktor kepribadian beliau yang memukau juga karena beliau menjadikan Akhlaq sebagai dasar, sumber, prinsip, acuan dan panglima dari perjuangan beliau., misalnya betapa beliau selalu membalas makian dengan doa keselamatan.  Alqur&#8217;an melukiskan &#8221; Sungguh Telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi Penyayang terhadap orang-orang mukmin&#8221;.(Qs. 9 : 128)<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Bookman Old Style;"> Ketika Mekkah ditaklukkan oleh pasukan Nabi saw, kaum qurays jahiliyah ketakutan, mereka hawatir  akan mendapatkan  balas dendam atas perbuatan mereka yang dulu sangat kejam terhadap Nabi, tapi sungguh menakjubkan mereka semua  mendapat pengampunan dan kebebasan dari beliau,  sifat pemaaf dan sikap arif  Nabi saw tidak saja dilakukan saat beliau punya kekuasaan, dalam kondisi lemahpun beliau tetap konsisten dengan kepribadiannya yang mulya tersebut.<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Bookman Old Style;">Lihatlah ketika beliau dan pengikutnya masih sangat lemah, mereka dilempari kotoran unta dan bahkan hampir dibunuh, Tetapi beliau malah mengangkat tangan berdoa&#8221; <em>Allahummaghfir qoumi  fainnahum laya&#8217;lamun</em> (Ya Allah ampunilah kaumku yang telah menyakitiku sebab mereka lakukan itu  karena ketidak tahuan mereka).<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Bookman Old Style;">Dalam Qs. 41 : 34 disebutkan &#8220;Dan tidaklah sama kebaikan dan kejahatan. Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik, Maka tiba-tiba orang yang antaramu dan antara dia ada permusuhan seolah-olah Telah menjadi teman yang sangat setia &#8220;<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Bookman Old Style;">Dari gambaran singkat diatas, sangat jelas bahwa faktor signifikan keberhasilan perjuangan Nabi saw adalah karena beliau menjadikan akhlak sebagai landasan utama perjuangan beliau. Itulah sebabnya beliau  bersabda :<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Bookman Old Style;">&#8220;Tidaklah seharusnya orang yang menyuruh yang ma&#8217;ruf dan mencegah yang mungkar kecuali memiliki 3 sifat, yakni lemah lembut dalam berdakwah, mengerti apa yang harus dilarang dan adil terhadap apa yang harus dilarang&#8221;.<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Bookman Old Style;">Maka bila kita ingin sukses dalam perjuangan, tidak ada jalan lain kecuali kita harus kembali pada misi utama risalah nabi saw, yakni mewujudkan terciptanya tatanan akhlak yang mulia, tidak ada penyelesaian problema umat tanpa penegakan kembali supremasi akhlak.<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Bookman Old Style;">Saat inipun, salah satu faktor utama yang menyebabkan kemunduran Islam adalah rusaknya akhlak dikalangan kaum muslimin sendiri, dan disisi musuh-musuh Islam terus melakukan upaya imprealisasi budaya terhadap Islam dengan cara menghancurkan  akhlaqnya.  Para muda-mudi muslim diracuni dengan pola gaul bebas, pakaian mini, tripping dan pelbagai rekayasa penghancur akhlak lainnya, lalu terjadilah krisis akhlak yang berkepanjangan yang menyebabkan kondisi umat semakin terpuruk.<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Bookman Old Style;">Salah satu bukti bahwa akhlaq dalam Islam menempati posisi yang sangat sentral ialah dijadikannya indikator akhlak sebagai alat ukur  keimanan seseorang baik dalam alqur&#8217;an maupun dalam hadits Nabi. Misalnya dalam surat Al mu&#8217;minun, Allah  swt menegaskan tanda tanda orang beriman antara lain adalah  : yang khusu&#8217; dalam sholatnya (yang dengan itu dapat mencegah perbuatan keji dan munkar), yang menajuhkan diri dari perbuatan dan perkataan tidak berguna, yang menunaikan zakat, yang menjaga kemaluannya dan yang menjaga amanah.<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Bookman Old Style;">Dalam ayat diatas, keberimanan seseorang seluruhnya diukur oleh hal hal yang bersifat akhlaqi, termasuk sholat, sebab seseorang yang melakukan sholat dengan makna yang benarnya, akan efektif untuk merealisasikan tanha &#8216;anil  fakhsya&#8217;i wal munkar, dimana dengannya, akan tercipta masyarakat yang damai, aman dan harmonis.<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Bookman Old Style;">Bahkan ketika bercerita tentang Fir&#8217;un, Alqur&#8217;an melukiskannya sebagai simbol tiran yang berakhlak buruk, misalanya : berbuat sewenang wenang, poitik pecah belah, penindas, berbuat kerusakan dsb (Qs. 28 : 4), Juga kata kata kafir dalam alqur&#8217;an selalu digandeng dengan indikator akhlaq yang tidak terpuji, misalnya : tidak setia ( Qs. 31 : 32), penghianat (Qs. 22 : 38), pendusta (Qs. 39 : 3), kepala batu   (Qs. 50 : 24), dan bermaksiat  (Qs. 71 : 27).<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Bookman Old Style;">Demikian juga dalam berbagai hadits Nabi saw, misalnya, thema keimanan   yang dimulai dengan kata &#8220;Man kana yu&#8217;minu billahi wal yaumil akheri&#8221; (barang siapa beriman kepada Alllah dan hari akhir), selalu disusul dengan ciri ciri akhlaq, seperti menyambung tali silatur rahiem (fal yasil rahimah), memulyakan tetangganya (fal yukrim jarah), berbicara yang baik atau diam saja   (fal yaqul khoiran au liyasmud), menghormati tamu (fal yukrim daifah) dsb.<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Bookman Old Style;">Contoh lain adalah pada hadits yang menggunakan kata &#8220;la yu&#8217;minu &#8221; (untuk menunjukkan ketidak beruimanan seseorang) adalah mereka yang berakhlak tercela, seperti : suka mengganggu tetanggganya, tidur kenyang sementara tetangganya kelaparan disampingnya, tidak memegang amanah,  tidak mencintai saudaranya seperti mencintai dirinya sendiri,  dsb.<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Bookman Old Style;">Memperhatikan begitu strategisnya posisi akhlaq sebagai ujung tombak perjuangan, maka jika kita ingin sukses dalam perjuanagn guna kembali menempatkan kita sebagai ummat terbaik,  kiranya tidak ada jalan lain kecuali kembali menjadikan akhlaq sebagai landasan dan fokus gerakan perjuangan sebagaimana dilakukan Rasululloh saw.</span>
	</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hefnizein.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hefnizein.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hefnizein.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hefnizein.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hefnizein.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hefnizein.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hefnizein.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hefnizein.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hefnizein.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hefnizein.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hefnizein.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hefnizein.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hefnizein.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hefnizein.wordpress.com/30/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hefnizein.wordpress.com&amp;blog=5713900&amp;post=30&amp;subd=hefnizein&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hefnizein.wordpress.com/2008/12/02/kita-sukses-dalam-perjuangan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/04f4748b36a2e5599c6d57ba15ca3685?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">WIMPY</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
